BOJONEGORO, SERUJI.CO.ID – Tali penggantung badan jembatan Bengawan Solo penghubung Kecamatan Kota-Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum tiba sehingga penyelesaian pembangunan infrastruktur itu akan kembali molor dari jadwal.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Andi Tjandra, di Bojonegoro, Ahad (4/2), menyatakan tali penggantung jembatan model lengkung “girder” berbahan baja di Bengawan Solo belum datang sampai 3 Februari.
Tapi, lanjut dia, tali penggantung jembatan dengan panjang 26 meter yang akan menjadi penggantung jembatan sepanjang 145 meter dengan lebar 9,75 meter model lengkung “girder” berbahan baja, sekarang ini dalam perjalanan dengan kapal laut dari Tiongkok. kapal laut.
“Saya juga belum tahu pasti penyebab belum datangnya tali penggantung jembatan yang didatangkan dari China. Ya bisa saja kemungkinan faktor angin laut kencang sehingga menghambat perjalanan kapal laut,” kata dia menjelaskan.
Akibat belum datangnya tali penggangung jembatan, kata dia, jadwal pembangunan jembatan sesuai kontrak akhir Desember 2017 yang kemudian diperpanjang 15 hari, juga masih belum bisa selesai, karena masih menunggu kedatangan tali jembatan.
Menurut dia, perpanjangan pelaksanaan pembangunan jembatan Bengawan Solo di daerahnya juga disebabkan dalam pelaksanaanya mengalami hambatan kenaikan air Bengawan Solo.
“Adanya perpanjangan waktu pelaksanaan pembangunan jembatan selama 15 hari tidak menyalahi kontrak, sebab adanya perpanjangan akibat ‘force majeure’, kata dia menjelaskan.
Dari keterangan yang diperoleh, kontraktor sudah memasang gelagar jembatan baik di sisi Kecamatan Trucuk maupun di Kecamatan Kota. Pemasangan gelagar di bagian sisi Kecamatan Trucuk juga sempat terhambat disebabkan ada peralatan berat “crane” terguling masuk Bengawan Solo.
Kalau jembatan Bengawan Solo itu sudah jadi maka sebelum dimanfaatkan akan dilakukan uji coba secara teknis oleh Dirjen Bina Marga Bidang Jembatan Kementerian PU.
“Uji coba teknis untuk mengetahui kekuatan dan keamanan jembatan akan dilaksanakan berkisar pada Januari-Pebruari,” ucapnya.
Data menyebutkan jembatan Bengawan Solo Kota-Trucuk dengan kontraktor PT Bintang Sembilan Indah Malang dibangun dalam dua tahap sejak Pebruari 2016.
Untuk tahap pertama pekerjaannya yaitu pembangunan pondasi jembatan juga pekerjaan lainnya menelan biaya Rp25 miliar dari APBD 2016 dan Rp58 miliar dari APBD 2017. Pembangunan jembatan Bengawan Solo dengan panjang 145 meter, lebar 9,75 meter model lengkung “grider” dengan bahan baja. (Ant/SU02)
