PDPS: Kondisi Pasar Tunjungan Surabaya Tidak Layak


SURABAYA, SERUJI.CO.ID –¬†Perusahaan Daerah Pasar Surya Kota Surabaya menilai kondisi Pasar Tunjungan Kota Surabaya semakin memprihatinkan karena sepi pengunjung dan kondisinya juga tidak layak.

Direktur Teknik PD Pasar Surya (PDPS) Surabaya, Zandy Ferryansyah di Surabaya, Kamis (11/1), mengatakan saat ini kondisi Pasar Tunjungan sepi karena beberapa penyebab, di antaranya jumlah pedagang yang masih aktif membuka stan hanya sekitar 40-an.

“Ya memang pedagangnya sudah tidak ada. Lalu yang datang siapa kalau yang dagang saja tidak ada,” kata Ferry.

Selain itu, lanjut dia, kondisi atap Pasar Tunjungan banyak yang bocor, bangunan dinding juga banyak yang rusak dan saluran listrik banyak yang mati. Begitu juga dengan masalah parkir yang dikeluhkan oleh penyewa.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan berupaya untuk memberikan fasilitas parkir lantaran yang mayoritas parkir di kawasan Pasar Tunjungan memang bukan pengunjung pasar.

Menurut dia, jika harus melakukan revitalisasi, pihaknya mengaku keberataan terutama dengan kondisi PDPS yang mengalami rugi pada tahun 2017. Namun jika untuk renovasi jangka pendek, hal tersebut dijanjikan Ferry akan segera diatasi oleh PDPS.

“Kalau untuk anggaran perbaikan, kami ada uang dari PDPS langsung. Maksimal kita ada dana anggaran tak terduga sebesar Rp 500 juta,” kata Ferry.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya Khalid mengatakan secara mendasar memang kondisi “cash flow” PDPS sedang terganggu.

Namun Pemkot Surabaya sudah memberikan uang modal penyertaan untuk revitalisasi pasar tradisional. Saat ini pun masih ada sisa dana revitalisasi Pasar Pucang. Dana tersebut bisa digunakan untuk perbaikan di Pasar Tunjungan.

“Kami akan meminta PD Pasar Surya untuk melakukan perbaikan kecil-kecilan supaya penyewa stan di Pasar Tunjungan tidak kehujanan,” katanya. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close