Milad YDSF: Menyiapkan Generasi Emas di Era Digital

0
83
Narasumber dalam Seminar Milad YDSF, Prof. Dr. Muhammad Nuh DEA, Ustadz Muhammad Jazir ASP dan Dr. Eng. Khairul Anwar dan moderator penyiar radio Suara Surabaya (SS), Isa Anshori. (foto: SERUJI/Firman)

SURABAYA – Milad YDSF, Yayasan Dana Sosial Al Falah tahun ini terlihat lebih semarak. Selain karena YDSF sudah memasuki umur yang ke-30, YDSF melihat tantangan yang lebih besar di era digital ini. Hal inilah salah satu yang melatarbelakangi, YDSF mengambil tema “Menyiapkan Generasi Emas di Era Digital” di Milad Spesial YDSF yang ke-30. Puncak Milad yang kental sekali nuansa teknologinya ini, dilaksanakan di Graha ITS Surabaya, pada hari Ahad 26 Maret 2017.

Gong acara milad diisi dengan Kajian Aktual Al-Falah. Undangan yang hadir di tempat yang biasa dipakai wisuda mahasiswa ITS adalah para donatur, penerima donatur dan mitra stategis YDSF. Pembicara-pembicara yang hadirpun adalah tokoh-tokoh nasional dan sangat kompeten di bidangnya. Terlihat ada Prof. Dr. Muhammad Nuh DEA, Ustadz Muhammad Jazir ASP dan Dr. Eng. Khairul Anwar. Mereka bertiga di atas panggung dimoderatori oleh penyiar radio Suara Surabaya (SS), Isa Anshori.

“Didiklah anakmu sesuai zamannya. Sungguh mereka akan menghadapi massa yang berbeda dengan massamu,” kata Prof. Dr. Muhammad Nuh DEA mengutip perkataan sahabat Ali bin Abi Thalib di awal orasinya.

Dewasa ini, kita dihadapkan dengan sebuah generasi, yang kata beliau disebut dengan generasi Millennials. Generasi yang sekarang usianya masih muda, dan punya semangat yang membara.

Generasi ini memang memiliki semangat yang luar biasa, tapi ada satu hal yang kadang salah dipahami. Generasi ini suka yang instan. “We want it now”, begitulah sebutannya ujar mantan rektor ITS ini.

Ustadz Muhammad Jazir ASP sebagai pembicara ke-2 membahas dari sisi leadership.

“Kehebatan suatu bangsa bukan dilihat dari kekayaan alam, kekayaan harta, tetapi kehebatan suatu bangsa dapat di lihat dari kepemimpinan yang hebat,” pesannya.

“Kawah candradimukanya para calon-calon pemimpin yang paling awal adalah di dalam lingkungan keluarganya, sejak kecil harus membiasakan diri menjadi pemimpin, melatih kedisiplinan, kemandirian, dan berpikir merdeka tidak bergantung pada siapapun kecuali kepada Allah,” tambahnya untuk menguatkan para pelajar dan mahasiswa yang hadir sebagai undangan yang juga sebagai penerima manfaat dari donatur YDSF.

“Teknologi atau paten yg baik itu simple, manfaat signifikan, belum terfikirkan orang,” kata Dr. Eng. Khairul Anwar mengawali pembicarannya tentang teknologi sebagai pembicara ke-3.

Pemegang beberapa paten ini melanjutkan, perjuangannya dalam penemuan 4G tidak mudah. Awalnya dihina, diremehkan. Tapi inilah yang namanya perjuangan. Terus berjuang submit paten 4G ini di Amerika, Jepang, Korea dan Eropa hingga akhirnya diterima dan tahun 2009 dipakai sebagai standar telekomunikasi dunia.

“Coba kita baca dan cermati Q.S Ibrahim ayat 24-25, Kita sebagai muslim atau generasi emas harus berakar kokoh yaitu berakidah yang kuat dan menghasilkan buah yang bermanfaat untuk sekitarnya. Maka haruslah muslim memiliki karya untuk umat,” nasehatnya untuk adik-adik pelajar dan mahasiswa.

Salah satu undangan dari mitra strategis YDSF yang tampak hadir adalah ketua yayasan SDM IPTEK, Budi Nur Iman. Jurnalis SERUJI berhasil mewancarai dosen PENS ini selesainya acara.

“Acara milad YDSF ini, memberi inspirasi yang luar biasa untuk tidak lelah berkarya dan terus berprestasi,” ujar Pak BNI panggilan akrabnya.

“Paparan presentasi ketiga pembicara tentang menyiapkan generasi masa depan, sungguh sangat krusial dan menyeramkan. Oleh karenanya inilah waktu yang tepat untuk berinvestasi dalam bentuk pembinaan sumber daya manusia,” tambahnya dengan semangat yang saat itu didampingi pengurus pesantren mahasiswa SDM IPTEK dan santrinya.

EDITOR: Iwan S

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

buku ips kelas 6

PKS Minta Pemerintah Selidiki Buku IPS Yudistira

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera Kepulauan Riau meminta pemerintah menyelidiki buku IPS yang diterbitkan PT Yudistira untuk kelas VI SD, karena di salah satu...
zainut tauhid

Belum Ada Sertifikat Halal Vaksin Difteri, MUI: Hukum Imunisasi itu Mubah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan MUI belum menerima pendaftaran dan permintaan pemeriksaan kehalalan vaksin difteri dari pihak...

Kongres HIPMI, Gus Ipul: Jangan Biarkan Pengusaha Asing Jadi Pemenang di Negeri Kita

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mampu menghadirkan pengusaha-pengusaha muda yang bisa bersaing...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...