Longsor Ponorogo: 26 Korban Masih Belum Ditemukan, 2 Meninggal

0
112
Alat Berat bekerja mengangkat timbunan longsor

PONOROGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur merilis nama-nama korban yang hilang akibat tertimbun material longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu (1/4) lalu.

Dari 28 korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, 2 telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 26 korban lainnya masih terus dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.

“Sebanyak 1.655 personil SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, NGO, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian 28 korban yang tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, Ahad (2/3).

Pencarian korban terus dilakukan dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat, lokasi medan yang sulit dijangkau dan banyaknya timbunan material di lokasi kejadian.

“Tidak mudah mencari korban. Lokasi yang tertimbun longsor luas dan material yang menimbun rumah dan korban tebal. Di beberapa lokasi ketebalan mencapai 20 meter,” jelas Sutopo.

Berikut nama-nama korban longsor Ponorogo berdasarkan rilis yang dikeluarkan BPBD Ponorogo pada hari Ahad, 2 April 2017 :

Belum ditemukan.
1. Litkusnin, Laki-laki, 60 tahun.
2. Bibit, Perempuan. 55 tahun.
3. Fitasari, Perempuan, 28 tahun.
4. Arda, Laki-laki, 5 tahun.
5. Janti, Perempuan, 50 tahun.
6. Mujirah, Perempuan, 50 tahun.
7. Purnomo, Laki-laki, 26 tahun.
8. Suyati, Perempuan, 40, tahun.
9. Poniran, Lak-laki, 45 tahun.
10. Prapti, Perempuan, 35 tahun.
11. Cikrak, Perempuan, 60 tahun.
12. Misri, Perempuan, 27 tahun.
13. Anaknya Misri, Perempuan, 3 tahun.
14. Sunadi, Lak-laki, 47 tahun.
15. Situn, Perempuan, 45 tahun.
16. Tolu, Lak-laki, 47 tahun.
17. Katemun, Lak-laki, 55 tahun.
18. Pujianto, Lak-laki, 47 tahun.
19. Siyam , Perempuan, 40 tahun.
20. Nuryono, Lak-laki, 17 tahun.
21. Menik, Lak-laki, 45 tahun.
22. Kateno, Lak-laki, 55 tahun.
23. Muklas, Lak-laki, 48 tahun.
24. Jadi, Lak-laki, 40 tahun.
25. Suyono, Lak-laki, 35 tahun.
26. Suroso, Lak-laki, 35 tahun.

Korban yang ditemukan meninggal dunia.
27. Iwan Danang Suwandi, Lak-laki, 30 tahun.
28. Katemi, Perempuan, 70 tahun.

Basarnas memperkirakan 26 korban hilang tersebar di tiga area mukim dan perladangan yang diidentifikasi sebagai zona A, zona B, dan zona C.

Di zona A jumlah korban yang diperkirakan masih tertimbun dan belum ditemukan sejumlah 12 orang, berada di area longsor titik nol, persis di bawah tebing yang longsor, sisanya terbagi di zona B yang berada di radius sekitar 500 meter dari titik nol dan zona C yang berada di jarak sekitar 1 kilometer dari titik longsor. Katemi dan Iwan ditemukan tim Basarnas dengan bantuan alat berat pada Minggu siang sekitar pukul 10.30 WIB di zona C.

EDITOR: Iwan S

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...