Kembar Siam Asal Ternate Jalani Operasi Pemisahan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya akan melakukan operasi darurat pemisahan untuk bayi kembar siam asal Ternate, Maluku Utara, yaitu Khalisa dan Khanisa pada Rabu (23/5).

Ketua tim penanganan bayi kembar siam RSUD dr Soetomo Surabaya dr Agus Harianto di Surabaya, Selasa (22/5) mengatakan kondisi anak keenam dan ketujuh pasangan Suhardijan dan Nur Hayati Syarif dalam keadaan optimal untuk menjalani operasi darurat pemisahan.

“Lama operasi ini diperkirakan 12 jam. Tahapan pertama karena Khanisa ada kelainan jantungnya yang memberatkan kedua bayi maka tujuan utama adalah menutup PDA itu oleh bedah toraks baru dilakukan operasi pemisahan,” tutur Agus.

Dia menjelaskan, tahapan-tahapan dalam operasi pemisahan sudah ada daftarnya dan diawasi pengamat yang diharapkan kedua bayi akan selamat. Dalam operasi nantinya ada 50 anggota dokter dan perawat yang dipimpin oleh dr Poerwadi dan menggunakan dua kamar operasi.

“Kami mohon maaf untuk pasien lain karena ini operasi penyelamatan. Kami tidak berani menjanjikan keberhasilan karena kami adalah manusia biasa. Insya Allah mohon doa restunya semoga tim bisa menyelamatkan bayi,” ujarnya.

Agus mengaku dalam operasi ini kondisi bayi memang belum maksimal, namun sudah optimal. Artinya jika tidak segera dioperasi dan menunggu terlalu lama, kondisi bayi Khanisa akan memburuk karena tergantung alat bantu nafas. Sehingga setiap saat bisa mengancam Khanisa dan juga Khalisa.

“Kondisi terbaru kedua bayi dalam kondisi stabil. Berat bayi 6.150 gram, tidak panas dan mereka siap menjalani operasi pemisahan,” ucapnya.

Sementara itu Suhardijan, ayah Khanisa dan Khalisa berharap tim dokter RSUD dr Soetomo memberikan yang terbaik untuk menolong kedua anaknya.

“Yang pasti berharap tim dokter bisa membantu proses pemisahan kembarnya dan operasi dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya, berharap. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER