Kasus Pemukulan Ulama, Rektor UINSA: Ada Kelompok Pengadu Domba

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Abd A’la merasa jika ada kelompok-kelompok tertentu yang mencoba mengadu domba masyarakat. Hal ini disampaikannya menanggapi kasus yang belakangan santer di masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur, tentang pemukulan para ulama atau pemuka agama.

“Dalam kondisi itu maka tidak mustahil ada sebuah kekuatan yang bermaksud dan ingin mengambil kesempatan, dan kelompok ini, kita belum tahu, kemungkinannya dengan segala cara akan menciptakan konflik,” ungkapnya kepada SERUJI usai pertemuan dengan rektor PTN se-Jatim di UINSA, Selasa (20/2).

Menurutnya, konflik yang terjadi bisa berbentuk benturan antar kelompok atau bahkan upaya adu domba di dalam kelompok agama tertentu.

“Konflik antara satu penganut agama dengan penganut yang lain, atau konflik antar intern umat beragama,” lanjut pengasuh Ponpes Anuqoyah Guluk-Guluk Sumenep Madura ini.

Hanya dengan sikap arif dan bijaksana, masyarakat dapat terhindar dari bahaya konflik horizontal yang santer terjadi.

“NKRI, merupakan sebuah komitmen yang tidak bisa ditawar lagi, maka kita harus arif, bahwa selama 73 tahun Indonesia menyelesaikan persoalan, maka kita jangan sekali kali terprovokasi dengan kenyataan ini,” katanya.

Ia juga beharap pada pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus yang terjadi.

“Kalau belum ada bukti yang kuat, jangan sampai menuduh siapapun. Pihak yang berwenang harus mengusut tuntas hal semacam ini, sehingga tak menimbulkan kekacauan, sehingga masyarakat damai,” pungkasnya. (Devan/SU05)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER