Forkopimda Jatim Libatkan FKUB Perangi Hoax

0
71
Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Gubernur Jatim Soekarwo, dan sejumlah tokoh ulama hadiri di acara cangkrukan, Jumat (16/3/2018) (foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur menggelar “cangkrukan” (pertemuan, red) bersama tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Mapolda Jatim, Jumat (16/3).

Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kerukunan umat beragama dan menolak ujaran kebencian dan hoax untuk mendukung suksesnya Pemilukada 2018 Jatim.

Gubernur Jatim Soekarwo di hadapan unsur Kepolisian, TNI dan tokoh agama mengatakan bahwa pihaknya mendukung pelaksanaan Pilkada 2018 dan mendukung Polri untuk membasmi informasi hoax. Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk selalu menyebarkan kebenaran.

“Kami mendukung pelaksanaan Pilkada berjalan aman, damai, dan tertib. Kami mendukung Pilkada berjalan secara demokrasi sesuai aturan hukum,” ujar pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Pakde Karwo mengatakan, hasil pengamatan TNI/Polri isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) sangat berbahaya bagi masyarakat, maka pentingnya melakukan sosialisasi sebagai bentuk pencegahan.

“Oleh sebab itu, kami mengajak elemen bangsa baik umat beragama, mahasiswa, dosen, tokoh masyarakat, ormas, dan terutama media sebagai penyebar berita, maka hal ini menjadi prioritas bahwa kita komitmen memerangi Hoax,” katanya.

Pakde Karwo juga mendukung terkait usulan adanya lembaga khusus yang akan menyiarkan tentang informasi kebenaran bukan kebencian. Program itu, kata Pakde akan menjadi program ad hoc yang menjadi prioritas di Jatim.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menambahkan, pihaknya akan terus
memantau perjalanan Pilkada Serentak 2018. Selain itu pihaknya juga akan berupaya menindak bagi yang menyebarkan informasi hoax. Oleh karenanya, hal ini menjadi perhatian khusus demi ketentraman Indonesia, khususnya Jatim.

“Ini kami undang para tokoh agama, FKUB tidak hanya di tingkat provinsi tapi diharapkan di tingkat Polres dan Polsek untuk sama-sama menjaga keamanan di Jatim terutama melawan hoax. Fatwa ulama sudah ada yang melarang ujaran kebencian. Peran ulama dakwah, dan kami titip pesan itu,” tuturnya.

Suasana acara cangkrukan FKUB Jatim, di Mapolda Jatim, Jumat (16/3/2018) (foto:Devan/SERUJI)

Machfud mengapresiasi Gubernur yang akan memberikan dukungan terhadap kegiatan ini serta lembaga khusus yang menyiarkan informasi kebenaran. Tim itu nantinya dibentuk tim dari pemprov, ahli IT, Kodam untuk sama-sama menjaga berita yang tidak benar.

Kegiatan Deklarasi FKUB yang diadakan Forkopimda Jatim ini menghadirkan tokoh agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. (Devan/SU05)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU