Dua Bus Tabrakan di Banyuwangi, 3 Orang Tewas

BANYUWANGI, SERUJI.CO.ID – Dua bus angkutan umum mengalami tabrakan di jalan raya Situbondo, dekat dengan pantai Watudodol, Banyuwangi, pada Rabu (26/12) malam. Salah satu bus terguling di badan jalan.

Akibat dari peristiwa ini, tiga orang meninggal dunia, dan 12 orang korban kecelakaan mengalami luka-luka.

“Yang meninggal dunia ada 3 orang, 3 luka berat, dan 9 luka ringan,” ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi, kepada wartawan, Kamis (27/12).

Seluruh korban kecelakaan tersebut dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Polisi sudah mengidentifikasi para korban yang meninggal dunia. Mereka antara lain Thephik Hie (70) warga Desa Padang Sambiyan, Denpasar Barat, Marwi (41) warga Dusun Dowo, Desa Baleng Kecamatan Ngasem Bojonegoro, dan Ahmad Nizar Zulmi (23) warga Dusun Ngingi, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.

Sebelumnya, polisi mengevakuasi korban dari dua bus yang tabrakan di Banyuwangi. Ada korban yang sampai terjepit badan bus.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan jalur menuju pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi tertutup.

Bus yang terlibat kecelakaan adalah Bali Radiance dengan nomor polisi DK 9238 FC jurusan Surabaya-Denpasar dan bus Tiara Mas jurusan Denpasar-Surabaya, nomer polisi EA 7304 A. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, Rabu (26/12).

Bus yang terguling di badan jalan ialah Bus Tiara Mas. Sementara bus Bali Radiance hancur di bagian depan setelah menabrak badan bus Tiara Mas dan pohon di sebelah kanan jalur. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Negeri Bohong

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER