Cagub Jatim Gus Ipul Komitmen “Gendong” Ludruk

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul berkomitmen “menggendong” kesenian ludruk sebagai wujud pelestarian budaya provinsi setempat.

“Maksudnya, menggendong agar ludruk sebagai kesenian asli Jatim terus terjaga sampai kapanpun,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (23/1).

Sebagai salah satu wujud kepedulian, calon gubernur yang juga Wakil Gubernur Jatim tersebut pada akhir pekan lalu menghadiri gelaran ludruk “Luntas” di Waroeng Mbah Cokro di jalan Raya Prapen Surabaya.

Ludrukan komedi dengan lakon “Tumpeng Maut” tersebut berdasarkan cerita Cak Kartolo dengan sutradara Robets Bayoned yang penyelenggaraannya memperingati hari ulang tahun kedua Ludruk Luntas.

Pada kesempatan tersebut Gus Ipul menggendong salah seorang pemain ludruk, yang kebetulan memiliki nama sama, Saiful atau akrab disapa Cak Ipul.

“Dari dulu saya ingin menggendong pemain ludruk rasanya seperti apa, dan akhirnya bisa menggendong Cak Ipul,” ucapnya.

Sementara itu, Gus Ipul yang pada Pilkada Jatim 2018 maju bersama Puti Guntur Soekarno tersebut, mengapresiasi pagelaran Ludruk Luntas dan menghormatinya karena telah bekerja keras menghidupkan kembali ludruk, khususnya di Jatim.

“Ludruk tak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan,” kata cagub yang diusung PKB-PDIP-PKS-Partai Gerindra tersebut.

Menurut dia, jika kebudayaan lokal terangkat maka kualitas para seniman dan pelaku budaya dipastikan semakin meningkat, baik dari sisi kesenian hingga kesejahteraannya.

Selain itu, kata dia, ludruk sebagai kesenian khas Jatim perlu dikembangkan dengan inovasi-inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, tapi tetap tak meninggalkan “pakem” atau hal-hal pokok di dalam ludruk sendiri. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER