Antisipasi Hoax, MUI Jatim Siapkan Fatwa Larangan Hoax

0
62
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin bersama Gubernur Jatim Sokarwo dan MUI Jatim Ainul Yakin (putih), Jumat (16/3/2018). (foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Berita hoax seringkali menjadi momok bagi kalangan tertentu, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI), membuat fatwa yang perlu disepakati untuk mengantisipasi hoax. Hal ini diungkapkan Sekretaris MUI Jatim, Ainul Yakin.

“Fatwa MUI yang harus disepakati yakni tidak boleh membuat berita bohong (menyebarkan berita palsu), bergunjing, naimmah (adu domba), membuka aib, tidak berkata kotor, ujaran kebencian, mengumbar pornografi, dan tidak menyebarkan tayangan kekerasan yang tidak bermanfaat,” kata Ainul di Surabaya, Jumat (16/3).

Terjadinya berita hoax, kata Ainul, seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi yang telah mendorong konvergensi media, sehingga informasi berjalan cepat, akibatnya masyarakat tidak sadar turut serta menyebarkan hoax.

“Akibat kecanduan media sosial, sering melakukan pamer, kurangnya komunikasi antar keluarga dan menerima informasi yang tidak benar, sehingga munculnya paradoks,” ungkapnya.

Namun, lanjut Ainul, ada aspek positif media, seperti sebagai sosialisasi, silaturahim, berbagi, dan menciptakan solidaritas sosial.

“Media sosial juga ada sisi positifnya tidak selalu negatif, contohnya Facebook, saya lama tidak bertemu teman sekolah, namun melalui medsos itu saya bisa dipertemukan meski sekian lama tidak bertemu, maka itukan menyambung silaturahim yang lama putus,” ujarnya.

MUI mengeluarkan fatwa tersebut untuk menerima informasi alternatif yang baik dan menjadi pedoman dalam bermedsos, sehingga informasi kebenaran selalu diutarakan dan menyebar luas. (Devan/SU05)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU