Rekapitulasi KPU DIY Selesai: Jokowi Menang di Seluruh Wilayah Yogyakarta 69,03 Persen

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DI Yogyakarta telah merampungkan rekapitulias perhitungan suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) di seluruh Kabupaten/Kota, pada Jumat (10/5) malam.

Dalam rapat pleno rekapitulasi yang diadakan di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta tersebut, telah disahkan kemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga, dengan silisih 912,693 suara.

“Meski rekapitulasi sudah selesai, secara resmi ada tahapan lagi untuk membacakan penetapan hasil perolehan di DIY,” kata Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU DIY, Wawan Budiono di Yogyakarta dikutip dari Antara, Sabtu (11/5).

Menurut Wawan, partisipasi pemilih di DIY untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019 sangat baik yakni mencapai 86 persen. Persentase itu melebihi harapan KPU DIY yang sebelumnya menargetkan 82 persen partisipasi masyarakat.

“Dari informasi teman-teman di kabupaten/kota rata-rata di atas 82 persen, ada yang 86 persen, ada yang 84 persen melebihi target kami,” jelasnya.

Jokowi Unggul 69,03 Persen, Prabowo 30,97 Persen

Hasil akhir rekapitulasi KPU DIY untuk Pilpres 2019, Jumat (10/5/2019).

Pasangan yang diusung koalisi PDI Perjuangan, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, PKPI, PSI, dan Perindo ini, unggul dengan meraih 1.655.174 suara atau 69,03 persen dari total suara sah yang berjumlah 2.397.655 suara.

Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga hanya berhasil mendapat dukungan warga DI Yogyakarta sebanyak 742.481 suara atau sebesar 30,97 persen.

Jokowi-KH Ma’ruf Sapu Bersih Seluruh Kabupaten/Kota di DI Yogyakarta

Hasil akhir rekapitulasi KPU DIY untuk Pilpres 2019, Jumat (10/5/2019).

Kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf diraih di semua Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi DI Yogyakarta, dengan kemenangan di atas 60 persen.

Kemenangan terbesar diraih Jokowi-KH Ma’ruf di Kabupaten Gunung Kidul dengan meraup dukungan warga sebesar 76,54 persen dari total suara sah yang berjumlah 496.019 suara di daerah ini. Sementara Prabowo-Sandiaga hanya meraih 23,46 persen.

Hasil akhir rekapitulasi KPU DIY untuk Pilpres 2019, Jumat (10/5/2019).

Sementara sumbangan suara terbesar diraih Jokowi-KH Ma’ruf di Kabupaten Sleman, dengan mengumpulkan 475.946 suara (66,64%), sementara Prabowo-Sandiaga hanya mengumpulkan 238.217 suara (33,36%).

Berikut Tabel Rekapitulasi Pilpres 2019 KPU DI Yogyakarta;

NoKAB/KOTAJOKOWIPRABOWOTOTALJOKOWI (%)PRABOWO (%)
1SLEMAN475.946238.217714.16366,64%33,36%
2KOTA YOGYA179.04892.166271.21466,02%33,98%
3BANTUL427.755202.815630.57067,84%32,16%
4KULON PROGO192.77292.917285.68967,48%32,52%
5GUNUNGKIDUL379.653116.366496.01976,54%23,46%
TOTAL1.655.174742.4812.397.65569,03%30,97%

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.