Razia Orang Gila, Polres Banjar Temukan Orang Yang Pura-Pura Gila

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID – Untuk antisipasi tidakan kekerasan atau penganiayaan oleh orang gila di wilayah hukum Polres Banjar, jajaran kepolisian Polres Kota Banjar melakukan razia orang gila, Kamis (15/2).

Sebanyak 6 orang yang diduga mengalami gangguan jiwa alias gila berhasil dijaring tim gabungan Polres Kota Banjar, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Banjar, dan Dinas Sosial Kota Banjar.

Dari 6 orang gila yang berhasil diamankan, diketahui dua diantaranya diduga hanya pura-pura gila.

Razia dilaksanakan di wilayah Kota Banjar, menyisir ruas jalan dan pusat keramaian seperti pasar, terminal, dan taman kota.

Wakil Kepala kepolisian resort Kota Banjar Kompol Ade Nazmulah menuturkan, razia dilakukan untuk antisipasi adanya orang yang normal menyamar sebagai orang gila.

“Sementara hasil razia tadi, ada dua orang gila yang masih muda, itu masih normal dan sadar saat ditanya oleh petugas, bahkan satu diantaranya yang diidentifikasi diamankan oleh warga Pataruman, Kota Banjar, karna dianggap mencurigakan. Sedangkan orgil yang satunya lagi, mempunyai KTP dan membawa perangkat alat sholat, seperti sarung, baju muslim, tasbih, dan buku doa,” jelas Ade kepada SERUJI, Kamis (15/2).

Wakapolres menambahkan razia ini diadakan agar kondisi Kota Banjar kondusif

“Kita melakukan kegiatan penertiban terhadap orang yang dicurigai gila atau orang sakit ingatan, agar tidak membuat resah warga. Tentunya kita harus jaga keamanan dan jangan ada gangguan, baik itu gangguan yang bersifat premanisme dan gangguan lainnya, agar kota Banjar aman dan nyaman,” katanya.

Sementara Kepala bidang Tata tertib Zupen menuturkan, hasil razia kali ini guna meningkatkan kualitas ketertiban dan keindahan tata kota di pusat kota, agar warga tidak merasa takut karena sering diganggu dan takut oleh orang gila.

“Para orgil ini kita ada data sesuai sidik jari dari kepolisian, dua diantaranya sudah ditemukan identitas sebenarnya dan alamat keluarga, kita akan koordinasi dengan Dinas Sosial, untuk mengirimkan mereka ke rehabilitasi,” tukasnya. (Degum/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER