MENU

KLB Difteri, Pemkab Garut Lakukan Antisipasi ORI

GARUT, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Garut melakukan langkah antisipatif melalui Outbreak Response Immunization (ORI), setelah merujuk Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI yang menyebutkan Indonesia saat ini dalam kondisi status Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri.

“Kegiatan ORI ini termasuk sosialisasi langkah-langkah cegah yang melibatkan para camat serta para kepala desa agar lebih memperhatikan kasus ini,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Pemkab Garut, Didit Fajar Putradi dalam Rakor Penanggulangan KLB Difteri di Kabupaten Garut, di Hotel Redante, Jumat (5/1).

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan RI, selama tahun 2017 terdapat sebanyak 591 kasus difteri tersebar di 27 provinsi. Di sisi lain, angka kasus difteri tahun 2017 tesebut lebih tinggi dibanding tahun 2013 yang jumlahnya 475 kasus.

Menurut Didit, Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat ke-2 setelah Jawa Timur dalam kasus difteri.

Di Jawa Barat, lanjut Didit, tahun 2017 ini ditemukan sebanyak 196 kasus difteri dan 15 orang di antaranya meninggal dunia.

“Untuk Garut sendiri tercatat 17 kasus difteri dan yang meninggal 3 orang. Jumlah ini meningkat 3 kali lipat dibanding kasus sebelumnya yang hamya ditemukan sebanyak 5 kasus dengan 2 di antaranya meninggal dunia,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinkes Kabupaten Garut, dr. H. Teni S. Rifai, dan 13 perwakilan SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Garut.

Didit pun mengintruksikan agar Diskominfo lebih berperan lagi dalam menyebarkan semua informasi mengenai langkah-langkah penanggulangan difteri, mengingat dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, 36 kecamatan diduga terkena difteri. (Roni HD/SU05)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER