Aksi Tanggap Darurat PKPU HI Pada Pencarian Korban Lion Air JT 610

KARAWANG, SERUJI.CO.ID – Sejak jatuhnya pesawat Lion Air penerbangan JT-610 pada Senin (29/10). PKPU Human Initiative (HI) secara cepat melakukan aksi tanggap darurat atas kejadian hal tersebut. Pesawat yang melayani rute Jakarta menuju Pangkalpinang jatuh di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Pada hari pertama, PKPU HI mengirim sekitar 5 orang yang terlibat langsung dalam proses evakuasi korban.

Subur Rojinawi perwakilan dari tim Emergency Response & Recovery PKPU HI mengatakan bahwa timnya sudah berada di lokasi sejak hari pertama. Ia mengumpulkan banyak data dan informasi terkait kecelakaan tersebut. Subur juga menyiapkan APD, menghubungi relawan, mendirikan dapur air bersih dan bergabung dengan Basarnas.

“Pada tanggal 29 Oktober hari senin jam 9 pagi saya dapat kabar atau ajakan dari potensi SAR dan Basarnas atau Kansar DKI meminta saya untuk bergabung serta terlibat dalam pencarian pesawat Lion Air JT 610,” ujar Subur melalui pesan whatsapp, Senin (5/11).

Data terakhir dikutip dari laman Basarnas.go.id, Ahad (4/11) bahwa ada 138 jenazah yang telah dievakuasi oleh tim Basarnas gabungan. Jumlah total orang yang berada di dalam pesawat sebanyak 189 orang.

Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto selaku Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas saat konferensi pers mengatakan bahwa ia dan timnya akan tetap bersemangat dan optimis untuk menemukan korban lainnya.

“Tim SAR yang terlibat dalam operasi ini, baik dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, Bakamla, BPPT, KNKT, KKP, Bea Cukai, Pertamina, dan seluruh Potensi SAR yang ada, masih tetap bersemangat, tetap optimis dapat menemukan korban lainnya,” ujar Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto yang dikutip dari laman resmi Basarnas, Ahad (4/11).

Sampai saat ini proses pencarian korban masih terus dilanjutkan. Operasi SAR ini akan diperpanjang selama tiga hari ke depan.

Sebelumnya, ada 189 orang yang mengalami kecelakaan pesawat JT 610. Data informasi terbaru dari website resmi Lion Air yani lionair.co.id bahwa jumlah jenazah bertambah lagi sekitar 33 jenazah. Sehingga, total keseluruhan jenazah yang ditemukan oleh tim SAR gabungan sebanyak 138 jenazah.

Terdapat posko tim SAR gabungan yaitu Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Posko ini melayani berbagai kebutuhan informasi dan pencarian korban kecelakaan pesawat JT 610. (PKPU/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close