15 Tahun Jadi Marbot, Pria Ini Dapat Hadiah Umrah dari Kapolda Jabar

GARUT, SERUJI.CO.ID – Deden Sambas (67) tak menyangka pengabdiannya selama 15 tahun menjadi marbot di Masjid Nurul Hidayah, Cikajang, Kabupaten Garut, mendapatkan penghargaan dan hadiah umrah dari Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto.

Deden diberitahu hal tersebut saat acara silaturahmi pimpinan Polda Jabar dengan ulama dan tokoh agama di lapangan Alun-alun Limbangan, Balubur Limbangan, Kamis (22/03) siang.

“Alhamdulillah, enggak nyangka bisa umrah, terimakasih sudah di beri penghargaan diberi kesempatan umrah juga,” ujar Deden usai acara ke awak media, Kamis (22/3).

Awalnya tidak ada yang tahu jika Kapolda Jabar akan memberikan hadiah umrah untuk marbot. Dalam agenda acara tersebut, Kapolda dan petinggi TNI-Polri yang hadir lainnya hanya akan memberikan penghargaan berupa sertifikat dan bingkisan kepada marbot, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta sistem keamanan lingkungan (Siskamling) teladan di wilayah Garut.

Namun saat tiga orang peserta dari masing-masing kategori naik ke atas panggung, moderator acara mengumumkan jika Irjen Agung Budi Maryoto akan memberikan hadiah kepada marbot yang paling teladan.

“Saya bersyukur, dari yang lain saya mendapatkan kesempatan untuk umroh,” tutur Deden dengan wajah sumringah.

Marbot dapat hadiah umroh
Deden Sambas marbot di Masjid Nurul Hidayah, Cikajang, Kabupaten Garut, yang peroleh hadiah umrah dari Kapolda Jabar, Kamus (22/3/2018).

Deden mengaku telah mengabdi selama 15 tahun di Masjid Nurul Hidayah yang terletak di kampung halamannya, Kampung Pasar Tengah, Desa Padasuka, Cikajang.

“Tugas saya bersih-bersih, menyiapkan buat pengajian, azan dan yang lainnya,” jelasnya.

Deden mengaku ikhlas menjalani profesinya sebagai marbot meskin ia hanya memperoleh bayaran sebesar Rp300 ribu per bulan. (RoniHD/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.