Plt Gubernur: Penyebaran Obat PCC Terstruktur dan Masif

KENDARI – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Tenggara, HM Saleh Lasata, menyebutkan bahwa penyebaran obat PCC terstruktur dan masif, sehingga aparat berwenang untuk mengungkap oknum pelaku dibalik semua ini.

“Saya melihat bahwa penyebaran obat PCC ini terstruktur dan masif. Itu terjadi merata di hampir seluruh kecamatan di Kota Kendari dan dimungkinkan juga terjadi di kabupaten lain di Sultra,” ujaranya di Kendari, Rabu (20/9).

Pemprov Sultra akan melakukan penelusuran mengapa obat PCC ini bisa beredar di masyarakat meski telah dilarang peredarannya sejak lima atau enam tahun yang lalu.

“PCC ini sudah dilarang beredar sejak 2012 dan 2013 tapi mengapa bisa beredar hingga saat ini. Hal itulah yang menjadi salah satu fokus kami (Pemprov-red) mencari tahu mengapa hal itu bisa terjadi,” ujar purnawiran TNI Jenderal bintang satu itu.

Berdasarkan laporan terakhir, hingga kini jumlah korban dari penyalahgunaan obat PCC di Sulawesi Tenggara, telah mencapai tujuh puluh enam orang, satu di antaranya meninggal dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI, secara serentak telah menurunkan tim untuk menelusuri peredaran obat ilegal PCC yang beredar di Kendari, Sultra.

Bahkan Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM RI, Hendri Siswandi saat melakukan kunjungan di Kendari baru-baru ini, mengatakan pihaknya mengerahkan tim untuk menelusuri kasus ini lebih lanjut dan melakukan investigasi apakah ada produk lain yang dikonsumsi oleh korban.

“Kasus ini tengah ditangani oleh pihak Kepolisian RI bersama Badan POM RI guna mengungkap pelaku peredaran obat tersebut serta jaringannya,” katanya seraya menambahkan bawa kewenangan Badan POM RI hanya berperan aktif memberikan bantuan ahli serta uji laboratorium dalam penanganan kasus tersebut.

Mengingat dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya kata dia, maka seluruh obat yang mengandung Karisoprodol dibatalkan izin edarnya pada tahun 2013. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER