Kodam Pattimura Gelar Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI

AMBON – Kodam XVI/Pattimura menggelar acara Nonton Bareng film “Penumpasan Penghianatan G30S/PKI” yang diikuti oleh 1.335 personel Kodam XVI/Pattimura baik militer maupun PNS serta keluarganya, bertempat di Lapangan Indoor Tapal Kuda, Kota Ambon, Maluku.

Dalam siaran pers yang diterima menyebutkan, Pangdam Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo saat membuka acara tersebut, Rabu malam (20/9), menegaskan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah suatu organisasi yang ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi Komunis.

Ia menyatakan PKI telah dua kali melakukan penghianatan terhadap bangsa ini, yaitu pada 1948 di Madiun dengan membunuh para santri dan kiai, dan pada 30 September 1965 dengan membunuh tujuh jenderal Angkatan Darat yang kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.

“Tentara yang menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit tidak akan membiarkan siapapun yang ingin mengubah ideologi Pancasila, sehingga jika ada yang ingin mengubah ideologi pancasila, maka tentara adalah organisasi terdepan yang akan melindungi negara ini. Jangan sampai kita terpengaruh pada isu-isu yang ingin memecah belah, kita harus bangga dengan Pancasila,” katanya.

Kegiatan Nonton Bareng tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mengingatkan kembali kepada seluruh komponen masyarakat khususnya generasi muda akan adanya peristiwa penghianatan G30S/PKI, sehingga generasi muda benar-benar memahami sejarah bangsa ini serta berupaya mengantisipasi dan mewaspadai bahaya laten Komunis.

Paham komunis sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sehingga dapat membahayakan kehidupan bebangsa dan negara.

“Kita harus terus menjaga ideologi Pancasila yang merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia, dan terus menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Pangdam.

Kegiatan Nonton Bareng film “Penumpasan Penghianatan G30S/PKI” ini adalah yang pertama kali digelar Kodam XVI/Pattimura dengan melibatkan anggota dan keluarga. Selanjutnya akan dibuka untuk masyarakat umum secara gratis hingga tanggal 30 September 2017, yang akan dikoordinir oleh para Dansat dan Kabalak di wilayah masing- masing. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER