Kodam Pattimura Gelar Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI

0
57
G30S/PKI
Poster film "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI" produksi tahun 1984.

AMBON – Kodam XVI/Pattimura menggelar acara Nonton Bareng film “Penumpasan Penghianatan G30S/PKI” yang diikuti oleh 1.335 personel Kodam XVI/Pattimura baik militer maupun PNS serta keluarganya, bertempat di Lapangan Indoor Tapal Kuda, Kota Ambon, Maluku.

Dalam siaran pers yang diterima menyebutkan, Pangdam Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo saat membuka acara tersebut, Rabu malam (20/9), menegaskan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah suatu organisasi yang ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi Komunis.

Ia menyatakan PKI telah dua kali melakukan penghianatan terhadap bangsa ini, yaitu pada 1948 di Madiun dengan membunuh para santri dan kiai, dan pada 30 September 1965 dengan membunuh tujuh jenderal Angkatan Darat yang kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.

“Tentara yang menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit tidak akan membiarkan siapapun yang ingin mengubah ideologi Pancasila, sehingga jika ada yang ingin mengubah ideologi pancasila, maka tentara adalah organisasi terdepan yang akan melindungi negara ini. Jangan sampai kita terpengaruh pada isu-isu yang ingin memecah belah, kita harus bangga dengan Pancasila,” katanya.

Kegiatan Nonton Bareng tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mengingatkan kembali kepada seluruh komponen masyarakat khususnya generasi muda akan adanya peristiwa penghianatan G30S/PKI, sehingga generasi muda benar-benar memahami sejarah bangsa ini serta berupaya mengantisipasi dan mewaspadai bahaya laten Komunis.

Paham komunis sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sehingga dapat membahayakan kehidupan bebangsa dan negara.

“Kita harus terus menjaga ideologi Pancasila yang merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia, dan terus menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Pangdam.

Kegiatan Nonton Bareng film “Penumpasan Penghianatan G30S/PKI” ini adalah yang pertama kali digelar Kodam XVI/Pattimura dengan melibatkan anggota dan keluarga. Selanjutnya akan dibuka untuk masyarakat umum secara gratis hingga tanggal 30 September 2017, yang akan dikoordinir oleh para Dansat dan Kabalak di wilayah masing- masing. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Jusuf Kalla

Wapres: Tahun Politik Tak Perlu Dikhawatirkan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tahun politik menjelang Pemilu 2019 tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena Pemerintah sudah berpengalaman menghadapi pesta demokrasi lima...
ganjar pranowo

Ganjar: Pilkada Jateng Bebas Gesekan

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meyakini Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Tengah atau disebut Pilkada Jateng pada 2018 berlangsung aman dan bebas...

TKA di Nunukan Didominasi Warga Malaysia

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami peningkatan pada 2017 dengan dominasi warga berasal dari Malaysia. Kepala Seksi Pengawasan dan...
bpom

BPOM-ITS Kerja Sama Pengawasan Obat dan Makanan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, untuk meningkatkan pengawasan...
OSO-Wiranto

Hanura Harap OSO-Wiranto Kompak Selamatkan Partai

PURWAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Tridianto mengatakan seluruh kader partainya berharap Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) dan Ketua...
loading...
KH Luthfi Bashori

Tatkala Maut Menjemput

Tatkala maut akan menjemput kita, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk itu? Teringat Nabi Dawud dalam gubahan kisah ringan, tatkala Beliau dikunjungi malaikat Izrail, maka terjadilah...

Mungkinkah Seruji Sebagai Media Masyarakat Wakaf?

Masyarakat Wakaf merupakan salah satu fundamental terciptanya instrumen ekosistem wakaf sebagai solusi percepatan pembangunan termasuk bidang pembangunan media online bagi ummat. Hingga hari ini wacana...
ujaran kebencian

UU ITE (perlu) Direvisi?

Dalil ujaran kebencian yang kerap digunakan polisi secara serampangan berpotensi menimbulkan persepsi negatif kepada pemerintah. Seakan-akan pemerintah melalui polisi sedang membungkam kritik dan kelompok...