Innalillahi, Satu Lagi Petugas KPPS Meninggal Dunia, Kali Ini di Donggala

PALU, SERUJI.CO.ID – Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Tambu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Arif, meninggal dunia.

Kepergian Arif untuk selama-lamanya itu, dibenarkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Donggala Unggul ketika dikonfirmasi dari Palu, Selasa (14/5).

Unggul mengaku mendapat kabar dari pihak keluarga bahwa Arif yang bertugas sebagai ketua KPPS pada proses pelaksanaan Pemilu 2019 di salah satu TPS di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, telah meninggal dunia pada Selasa, sekitar pukul 00.15 Wita.

“Iya, sesuai dengan kabar yang saya terima disebutkan bahwa ketua KPPS di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang meninggal dunia sekitar jam 12.15 malam ini (Selasa dini hari). Kejadian meninggal di perjalanan saat dirujuk ke rumah sakit di Palu dan sekarang ada di Puskesmas Batusuya,” ujar dia.

Arif sempat dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Palu dari Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala.

Namun, dalam perjalanan menuju Kota Palu, Arif mengembuskan nafas terakhir dan akhirnya dibawa ke Puskesmas Desa Batusuya, Kecamatan Sindue.

Arif meninggal dunia dalam usia 46 tahun, beragama Islam. Kesehariannya, ia sebagai seorang wiraswasta. Arif dikabarkan mengalami kelelahan dalam melaksanakan tugas sebagai ketua KPPS.

Pada Rabu (17/4), sekitar pukul 15.30 Wita, kondisi Arif mulai kritis. Kejadian itu di tempat pemungutan suara di mana ia bertugas. Saat itu, Arif langsung dibawa ke rumahnya.

Arif meninggalkan lima anggota keluarganya yang terdiri atas istri dan empat anak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER