Buntut Kasus Jual Beli Soal, KPU Kosongkan Jabatan Ketua KPU Kolaka dan Koltim

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Pelaksanaan Pemilu Legeslatif dan Pilpres 2019 tak lama lagi. Namun KPU RI memutuskan mengosongkan jabatan ketua KPU Kolaka dan Kolaka Timur. Sikap tegas KPU itu diambil sebagai buntut terungkapnya praktek jual beli soal pemilihan Ketua KPU Kolaka dan Kolaka Timur baru baru ini.

“Akibatnya masa jabatan Ketua KPU Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur yang habis 19 Januari ini dibiarkan kosong,” ujar Ketua KPU Provinsi Sultra La Ode Abdul Natsir.

Dihubungi SERUJI, Sabtu malam (19/1) di Kendari, Abdul Natsir menegaskan untuk memegang kendali kegiatan rutin KPU Kolaka dan Kolaka Timur, mulai besok Senin (21/1) KPU Sultra akan mengendalikan roda kegiatan dua KPU itu.

“Memang tidak bisa tiap hari saya ada di Kolaka atau Kolaka Timur, apalagi lokasi kedua daerah itu agak jauh dari Kota Kendari, sehingga akan ada komisioner KPU Provinsi Sultra yang ditugasi ke sana. Yang pokok semua kegiatan akan berjalan rutin,” kata Abdul Natsir.


Atas pertanyaa wartawan, Abdul Natsir yang juga dosen Universitas Halu Oleo itu mengatakan Fit and Proper Test untuk Ketua KPU Kolaka dan Kolaka Timur akan dilanjutkan nanti dan akan dilaksanakan secara lebih ketat agar kasus jual beli soal pemilihan Ketua KPU Kolaka dan Kolaka Timur tidak terulang.

KPU Pusat mengetahui adanya praktek jual beli soal pemilihan Ketua KPU Kolaka dan Kolaka Timur dari salah seorang peserta yang ditawari soal soal test berikut jawabannya mencapai harga Rp 5 juta sampai Rp 75 juta.

Akibat itu KPU Pusat hari Sabtu ini memutuskan KPU Provinsi Sulawesi Tenggara memegang kendali semua kegiatan operasional KPU Kolaka dan Kolaka Timur. (AH/Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Kasus Korupsi Jasmas, Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Ini Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, Darmawan (Aden) usai diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Jasmas senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah tersebut, Selasa (16/7) langsung ditahan penyidik Kejari Tanjung Perak.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi