Beredar Video Pembakaran Surat Suara, Bawaslu RI Tunggu Laporan dari Daerah


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sampai saat ini masih menunggu laporan dari Bawaslu daerah yang masih menyelidiki unggahan video pembakaran surat suara di Papua.

“Itu logistik yang sudah terpakai kemungkinannya. Tapi itu masih kami lacak di Bawaslu Puncak Jaya. Kita tunggu laporannya saja,” ujar anggota Badan Pengawas Pemilu, Rahmat Bagja, di Jakarta, Kamis (25/4).

Sebelumnya di media sosial sempat beredar video memperlihatkan sekelompok orang membakar surat suara yang diduga berlokasi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Dalam narasi video itu disebutkan terjadi kecurangan karena surat suara sudah diikat dan diberikan seorang bupati yang sudah tercoblos untuk calon presiden tertentu.

Namun, Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay, mengklaim surat suara yang dibakar itu sudah tidak terpakai lagi karena warga di daerah itu menggunakan sistem noken untuk memberikan suara pada Rabu, 17 April 2019.

“Diduga sudah tujuh hari lewat kemudian baru gambar ini diviralkan. Jadi seolah-olah tidak terjadi. Jadi mereka (panitia lokal) sudah buat berita acara. Jadi nanti mereka akan buatkan kronologi peristiwa ini,” ujar Kossay.

Sistem noken adalah sistem dimana suara akan dihitung berdasarkan jumlah warga yang berada di depan noken atau tas tradisional yang menyimbolkan calon tertentu.

Sistem tersebut digunakan di 12 kabupaten di Papua untuk Pemilu 2019, termasuk Kabupaten Puncak Jaya yang diduga merupakan lokasi di mana video itu direkam.

Mahkamah Konstitusi sudah mengakui dan mengesahkan sistem noken untuk digunakan khusus di daerah Papua untuk Pemilu sejak 2009.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close