Dia juga meminta warga untuk tidak mengirimkan foto atau gambar-gambar yang telah direkayasa dan tidak benar karena akan memperkeruh suasana dan menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Siapa pun yang menyebarkan berita bohong (hoax) serta foto dan gambar yang tidak sesuai kondisi di lapangan, maka akan dilaporkan ke Kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Richard.
Kepala Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami, BMKG, Daryono secara terpisah menjelaskan, Gempa bumi berulangkali mengguncang Ambon, diduga akibat aktivitas sesar naik Selatan Seram.
“Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya maka gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal diduga akibat aktivitas sesar naik Selatan Seram,” katanya.
Hal ini kata Daryono sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa seluruh gempa yang terjadi memiliki mekanisme sumber sesar naik (Thrust Fault).
BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami sehinga masyarakat diimbau untuk tenang.
“Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kota dan Pulau Ambon dihimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Daryono. (Ant/SU02)
