Beredar Isu Tsunami, Ini Klarifikasi Sekot Ambon

0
147
  • 7
    Shares
Hoax
Penyebaran pesan hoax (ilustrasi)

AMBON, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Anthony Gustaf Latuheru membantah dirinya menyebarkan isu atau informasi sesat tentang akan adanya gempa susulan dengan skala lebih besar dan menimbulkan air pasang (tsunami) sehingga membuat warga di ibu kota provinsi Maluku menjadi panik.

“Saya secara resmi menyatakan tidak pernah menyebarkan informasi dalam bentuk apapun apalagi yang mengatasnamakan Sekot Ambon,” tegas Anthony Latuheru, dikonfirmasi di Ambon, Senin (31/10) malam.

Dia menyatakan, pesan pendek yang mengatasnamakan Sekot Ambon yang beredar di tengah masyarakat melalui media sosial dan bernada menyesatkan adalah tidak benar adanya.

Pesan pendek yang beredar melalui pesan singkat dan beberapa media sosial yang mengatas namakan Sekot ambon berisi pesan bahwa dalam jangka waktu satu hingga dua jam mendatang akan ada gempa berkekuatan lebih besar dan berdampak menimbulkan tsunami sehingga warga perlu waspada dan mengungsikan diri ke tempat yang aman.

Informasi menyesatkan tersebut berdampak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat Kota Ambon, pasca diguncang gempa tektonik beruntun yang menggoncang Kota dan Pulau Ambon pada Senin malam, sehingga sebagian besar warga terutama yang tinggal di pesisir pantai memilih mengungsikan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Selain itu beredar isu bahwa telah terjadi air laut surut dan akan disusul tsunami pada beberapa kawasan pesisir pantai, sehingga berdampak menimbulkan kepanikan warga, terutama wanita dan anak-anak mengungsikan diri ke tempat lebih tinggi dan aman.

“Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak pernah memberikan atau menyebar informasi apapun berkaitan dengan perkembangan gempa beruntun yang mengguncang kota Ambon. Ini ulah oknum-oknum tidak bertangung jawab untuk memperkeruh situasi dan mengambil keuntungan di tengah kepanikan warga,” katanya.

Karena itu dia berharap warga di ibu kota provinsi Maluku tersebut tidak panik dan terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan dan berharap masyarakat juga tidak menyebarkan informasi palsu yang menyebabkan kondisi Ambon semakin keruh.

Sedangkan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menegaskan, berdasarkan hasil koordinasi maupun informasi resmi dari BMKG Maluku, gempa beruntun dengan skala berbeda tersebut tidak akan menimbulkan tsunami.

“Karena itu saya mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak meninggalkan rumah sebab bisa saja situasi ini dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk melakukan pencurian,” katanya.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU