JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Maskapai penerbangan Trigana Air kesulitan mengevakuasi kru dan pesawat yang ditembak Kelompok Separatis Papua di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Senin (25/6) pukul 09.41 WIT.
Kepala Trigana Air Jayapura, Toro mengatakan evakuasi kru dan pesawat twin otter itu sulit dilakukan karena kontak senjata antara aparat TNI-Polri dengan Kelompok Separatis Papua masih berlanjut.
“Informasi yang kami terima, sampai saat ini masih terjadi kontak senjata sehingga pesawat dan kru belum bisa dievakuasi,” ujar Toro.
Pesawat Trigana Air itu membawa 15 personil Brimob yang dipiloti Ahmad Abdillah Kamil dan Co pilot Lenius Wonda, terbang dari Jayapura ke Kenyam.
Sesaat setelah mendarat di Bandara Kenyam, pesawat itu ditembak hingga menyebabkan pilot Kamil terkena serpihan peluru di bagian punggung.
Baca juga: Pesawat Twin Otter Trigana Ditembak di Papua
“Bila situasi memungkinkan kami akan segera mengevakuasi pesawat beserta kru ke Jayapura,” kata Toro.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Kamal secara terpisah mengaku kontak senjata masih terjadi terjadi di sekitar kawasan bandara.
Bahkan Kelompok Separatis Papua dilaporkan menembak lima warga sipil, tiga orang diantaranya tewas.
“Tiga warga yang tewas akibat ditembak kini berada di Polsek Kenyam sedangkan dua warga lainnya masih dirawat di puskesmas, kata Kombes Kamal. (Ant/Su02)

Min kenapa g di tulis teroris j
Pancasilais banget…ya.