Aliansi Umat Islam Kalbar Tuntut Usut Penghadangan Ulama di Sintang

0
71

Pontianak, Seruji.com– Seribuan Umat Islam yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam (AUI) Kalimantan Barat melakukan Aksi Bela Ulama di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak dan halaman Mapolda Kalbar, Jumat (13/1).

Aliansi ini terdiri dari berbagai ormas Islam Kalbar, diantaranya FPI, HMI, Majelis Ta’lim, Santri, dan Jama’ah Sholat Jum’at Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Aksi ini dipicu puluhan warga Dayak yang menolak kedatangan Wasekjen MUI Pusat, KH Tengku Zulkarnain di run way Bandara Susilo, Sintang, Kamis (12/1) pagi yang akan mengisi tausiah di Sintang. Tengku Zulkarnain akhirnya batal mengisi tausiah di Sintang.

Massa AUI Kalbar memulai orasinya di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Sejumlah orator meminta kepolisian menangkap 30 warga Dayak yang menolak dan menghadang Ustad Tengku yang dinilai telah mencederai konstitusi di Indonesia.

“Saya yakin ini ada rekayasa pihak-pihak tertentu. Kita lihat guru kita KH Tengku Zulkarnain ditolak oleh beberapa massa yang ada di Sintang. Kita meminta pertanggungjawaban pihak Bandara Sintang dan aparat kepolisian untuk menangkap orang-orang (penghadang -red-) tersebut,” tegas salah satu orator.

Aksi dilanjutkan long march dari Masjid Raya Mujahidin Pontianak menuju Mapolda Kalbar diiringi lantunan sholawat dan takbir. Aksi dikawal ketat oleh puluhan polisi.

“Ini Islam sudah cukup sabar. Tapi kalau Umat Islam bergerak dibilang teroris, ISIS, dan makar. Sekarang mengapa Ulama kami ditantang di Sintang. Kami minta keadilan kepada aparat,” ujar orator lainnya.

30 perwakilan massa diterima oleh Kapolresta Pontianak untuk menyampaikan tuntutan langsung ke Kapolda Kalbar di dalam Mapolda Kalbar. Massa juga meminta sejumlah wartawan memberitakan dengan adil dan tidak mendiskreditkan Umat Islam. (Hermawan Fadli/Pontianak)

Keterangan foto: Sambil menunggu Ulama & perwakilan Ormas Islam bertemu Pak Kapolda dan jajaranya. Dibacakan pernyataan sikap Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat. (foto: Hermawan Fadli)

Reporter : Denni

Editor   : Denni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU