Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Mencapai 67.887 Pada H-2 Lebaran

TANGERANG, SERUJI.CO.ID – Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Provinsi Banten mencatat, sebanyak 67.887 penumpang telah tiba dan berangkat sejak Senin (3/6) pagi hingga siang ini atau memasuki H-2 mudik Lebaran (Idul Fitri) 1440 Hijriah.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah penumpang yang tiba penerbangan domestik ada 21.085 penumpang dan internasional ada 3.830 penumpang.

Sedangkan untuk jumlah penumpang yang berangkat pada penerbangan domestik ada 34.467 penumpang dan penerbangan internasional ada 8.505 penumpang.

Sementara itu, untuk data jumlah penumpang pada tahun 2018 H-2 tercatat ada 210.887 penumpang dengan rincian penumpang yang tiba untuk domestik 79.871 penumpang dan 20.843 penumpang internasional.

Lalu penumpang yang berangkat untuk domestik ada 88.422 penumpang dan 21.751 penumpang yang internasional.

Sebelumnya, Hartono selaku Deputy EGM of Airport Maintenance Bandara Soekarno-Hatta mengatakan jika puncak arus mudik terjadi pada hari Sabtu (1/6) dan Ahad (2/6).

Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Tangerang akan terus meningkatkan pelayanan kepada penumpang yang melaksanakan perjalanan mudik dengan pesawat terbang.

Berbagai sarana sudah disiapkan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal dan terus dilakukan evaluasi jika ada kekurangan.

“Sarana pengamanan dan pendukung lainnya sudah kita siapkan sejak awal dan akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang,” katanya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin mengatakan, pengamanan angkutan lebaran di Bandara Soekarno – Hatta dimulai tanggal 29 Mei 2019 hingga 13 Juni 2019.

Petugas Kepolisian Polres Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten akan melakukan patroli pengamanan memastikan mudik lebaran berjalan aman dan lancar.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diakuisisi atau Mengakuisisi: Satu Demi Satu Jatuh ke Tangan Asing

Suatu saat Anda didatangi oleh manajer pengembangan usaha Unilever menawari Anda untuk membeli 100% saham perusahaan Anda dengan harga 25 tahun laba alias Rp250 miliar. Anda dipersilakan pensiun dengan menikmati laba 25 tahun kedepan dalam bentuk uang tunai. Anda tertarik tidak? Ngiler tidak?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.