Pemimpin Gagal Paham Izzah Islam akan Ditinggalkan

Jakarta, Seruji.com– Ust Bachtiar Natsir (UBN) mengingatkan, para pemimpin — termasuk pemimpin beragama Islam, yang gagal paham atas izzah Islam yang tengah tumbuh akan ditinggalkan pengikutnya.

“Bagi pemimpin yang mencoba mencari keuntungan dari orang kafir dengan meninggalkan kepentingan umat, Allah akan menghinakan orang itu,” ujarnya dalam  Pengajian Politik Islam (PPI) yang diadakan Youth Islamic Study Club (YISC) Al Azhar bekerjasama dengan Gerakan Nasional Pembela Fatwa- Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Acara yang dirangkai dalam momen Subuh Berjamaah dan Tabligh Akbar tersebut diadakan Ahad (15/1) ini, di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Izzah Islam, lanjut  UBN, merupakan salah satu dari tiga modal besar umat Islam yang sudah Allah turunkan kepada Indonesia pasca Aksi Damai 212.  Pasca aksi yang dipicu pembelaan atas penistaan  Q.S Al Maidah 51 tersebut,  menurutnya, isu yg berkembang adalah  pelecehan atas konten Lam Yalid walam Yuulad  yang terkandung dalam QS. Al Ikhlas. Mulai dari kasus “Topi Santa”, penistaan pada ulama dan sebagainya.

 Modal kedua, lanjut UBN, adalah turunnya hidayah Allah yang saat ini sedang mempersaudarakan umat Islam dengan kesadaran untk menyingkirkan perbedaan-perbedaan persepsi dan khilafiyyah yang selama ini menjauhkan antar umat. Dan terakhir adakah Gerakan Subuh Berjamaah yang sudah menyebar ke seluruh pelosok tanah air dengan peserta yang rata-rata sudah melebihi jamaah Shalat Jum’at, bahkan menyamaai jamaah shalat Idul Fitri.  
Selain menampilkan pembicara dari berbagai tokoh Muslim,  Subuh Berjamaah tersebut juga  diwarnai baiat kepada para jamaah oleh Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khathath.
Ribuan jamaah yang meluber hingga ke jalanan di dalam kompleks masjid diminta untuk konsisten membela umat, berjuang memenangkan Gubernur Muslim di Jakarta dan mengikuti komando perjuangan yang diminta oleh  pimpinan Muslim.  
Menguatkan baiat itu, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Tengku Zulkarnaen menegaskan pentingnya memilih pemimpin Muslim.
“Perintah puasa Ramadhan hanya ada satu dalam Al Qur’an, tapi perintah memilih pemimpin muslim ada lebih 30 ayat dalam al Qur’an,” tutupnya. (Rur/DeRas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER