Fahira: Surat Cinta Anies untuk Pekerja MRT, Contoh Laku Seorang Pemimpin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gegap gempita peresmian transportasi moda raya terpadu (MRT) fase 1 rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Ahad (24/3) lalu, menyisakan banyak kesan dan cerita.

“Akhirnya megaproyek yang digagas sejak 1971 dan mengalami pasang surut di berbagai era kepemimpinan ini menjadi kenyataan. Ibu kota mempunyai moda transportasi yang terpadu, modern, dan terjangkau,” kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Fahira Idris dalam keterangan tertulis yang diterima SERUJI di Jakarta, Selasa (26/3).

Menurut Fahira. salah satu kesan dan cerita yang patut diapresiasi adalah kerja cerdas dan kerja keras para pekerja MRT. Memang, dalam tiap keberhasilan pembangunan infrastruktur, pemimpinlah yang punya kendali dan patut di puji, tetapi peran para pekerja yang segenap hati menumpahkan peluh dan pikirannya bekerja siang dan malam demi terealisasinya proyek MRT ini juga harus mendapat apresiasi ucapan terima kasih.

“Saya terharu membaca surat Gubernur Anies untuk pekerja MRT. Memang begitulah seharusnya laku seorang pemimpin. Menghargai dan mengapresiasi semua elemen yang telah bekerja merealisasikan pembangunan sebuah infrastruktur publik yang prosesnya begitu panjang. Para pekerja ini tentunya tidak butuh puja puji, hanya sekedar ucapan terima kasih dari para pemimpinnya dan inilah yang dilakukan Gubernur Anies,” ujar Fahira.

Fahira mengungkapkan, bagi negara demokrasi seperti Indonesia, kesinambungan sebuah program pembangunan nasional adalah keniscayaan siapapun yang menjadi pemimpin baik di level nasional maupun daerah.

Karena, menurutnya, pemimpin pasti berganti, tetapi kebijakan pembangunan nasional akan terus berlanjut sesuai tahapannya. Begitu juga proses panjang pembangunan MRT yang digagas sejak 1971, merupakan sebuah kesinambungan, tidak peduli siapapun yang menjadi pemimpin.

“Setiap pemimpin sesuai kondisi dan kemampuannya mempunyai andil dalam pembangunan MRT ini. Semua pemimpin dalam lintasan pembangunan MRT punya ‘saham’ dalam merealisasikan proyek ini. Namun, surat Gubernur Anies membuka mata kita bahwa, bicara pembangunan MRT, bukan hanya bicara kebijakan pemimpin, tetapi juga bicara kerja cerdas dan kerja keras para pekerja MRT,” tukas Fahira.

Menurut Fahira, surat cinta Anies kepada para pekerja MRT diharapkan menjadi ‘tiang kesadaran’ dan kepedulian para pengguna MRT untuk bersama-sama menjaga dan mencintai moda transportasi ini.

“Tidak lupa kita juga wajib ucapkan terima kasih kepada warga Jakarta yang tanah, rumah, ataupun tempat usahanya terdampak proyek MRT karena peran mereka juga besar terhadap MRT ini,” pungkas Fahira.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER