Dari Subuh Berjemaah, Cyber Army Muslim, hingga Ekonomi Syariah

0
21

Jakarta, Seruji.com– Keberhasilan Aksi Bela Islam I dan II memberikan kesadaran pentingnya umat Islam bergerak dalam satu barisan yang dipimpin oleh para ulama.

Jutaan umat Islam dari berbagai latar mazhab, organisasi Islam, profesi, suku, dan budaya di tanah air bersatu dalam spirit yang sama merupakan suatu kebanggaan. Tidak berlebihan jika pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Habib Muhammad Rizieq Shihab mendeklarasikan 2 Desember sebagai Hari PersaudaraanUmat Islam Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya merawat semangat persaudaraan Islam sekaligus membuktikan bahwa spirit 212 bukan buih semata, sepuluh hari setelah aksi, GNPF-MUI  menggelar safari nasional di 34 provinsi serta gerakan salat Subuh berjemaah yang diyakini merupakan kekuatan riil umat Islam Indonesia.

Gerakan ini dimulai serentak pada 12 Desember dan dipusatkan di Bandung, Jawa Barat. Salat Subuh berjemaah pada hari itu juga dilakukan serentak di kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan dipimpin oleh para ulama setempat. Pada gelombang pertama, tidak kurang dari 200 masjid di seluruh Indonesia mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam gerakan salat Subuh berjemaah.

“Salat itu membangkitkan ruhiyah dan ghirah umat Islam sebab pembangunan ruhiyah diawali dari salat,” kata Ustadz Bachtiar Nasir usai berbicara dalam acara silahturrahiim pascaaksi Bela Islam III di Masjid Raya Pondok Indah.

Sementara itu, menurut KH. Abdullah Gymnastiar, salat Subuh berjemaah memiliki keutamaan seperti shalat semalaman suntuk dan akan mengundang pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, ia berharap gerakan itu menjalar ke mana-mana dengan  antusiasme seperti halnya salat Jumat. “Akan dahsyat keberkahan buat Indonesia kalau bisa begitu,” ujarnya beberapa hari sebelum gerakan berlangsung.

Masjid Pusdai  Bandung yang  menjadi pusat grand launching gerakan mampu  menghadirkan ribuan jamaah dari Kota Bandung dan sekitarnya. Gerakan salat Subuh berjemaah yang digaungkan oleh GNPF-MUI  itu mendapat sambutan luar biasa dari umat Islam di berbagai penjuru Tanah Air.

Di berbagai masjid di kota-kota di Indonesia umat Islam antusias menyambut seruan ini yang terlihat dari maraknya foto-foto yang memperlihatkan membeludaknya jemaah salat Subuh di berbagai masjid yang diunggah oleh para netizen.  Gelombang kedua gerakan ini dijadwalkan pada 21 bulan kedua tahun ini dengan pusat kegiatan di Kota Surabaya

Dari sisi ekonomi, kekuatan spirit Islam terus mengilhami para pembisnis Islam yang ingin membantu saudara-saudara muslim lainnya. Hanya melalui undangan via aplikasi whatsapp, tak kurang dari 500 orang hadir di Gedung SMESCO pada 14 Desember 2016 lalu dan dicapai kesepakatan untuk mendirikan jaringan supermarket Muslim 212.

Beberapa tokoh seperti Asma Ratu Agung menyatakan komitmennya secara sukarela untuk menyerahkan sertifikat salah satu rumahnya senilai Rp 15 miliat sebagai penjamin modal jalannya Perseroan yang dibentuk.  Sementara M.Yunus dari Jakarta mengihklaskan 6 rumahnya untuk mengawali pendirian Supermarket Muslim 212 di wilayah Jakarta, Banten dan Tangsel.

Seorang Notaris berkomitmen mewakafkan dirinya untuk mensupport pendirian PT agar segera terwujud Supermarket muslim yang menyediakan barang halal dan mendukung perekonomian umat. Sementara seorang ahli IT siap mewakafkan dirinya untuk membuat sistem agar supermarket tersebut bisa berjalan sesuai rencana yang diharapkan untuk perjuangan umat muslim Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut juga sudah langsung dibentuk halaqoh-halaqoh berdasarkan wilayah tempat didirikan super market Muslim 212 berada, sehingga tidak ada alasan lagi bagi penguasa setempat melarang umat muslim mendirikan supermarket tersebut. Supermarket M212 direncanakan mulai berdiri bulan Januari ini di berbagai wilayah Indonesia.

Masih dengan spirit 212 pada 17/12 di masjid Al Ittihad Tebet, Jakarta Selatan diadakan Musyawarah Pembentukan Koperasi Syariah 212 yang menghasilkan beberapa keputusan. Para perumus keputusan tersebut tidak hanya dari DKI Jakarta, tapi juga beberapa daerah di Tanah Air seperti Bandung, Jambi, Palembang, Makassar, dan Aceh. Dewan pengawas koperasi terdiri dari Habib Rizieq Syihab, Bachtiar Nasir, Zaitun Rasmin, Syafii Antonio, dan Muhammad Syukri. Sedangkan ketua koperasi adalah Ketua Barisan Putra Putri Indonesia atau BARA sebagai penggagas Koperasi Syariah 212 Eka Gumilar.

Dari hasil musyawarah tersebut disepakati nama koperasi yakni Koperasi Syariah Dua Satu Dua. Simpanan pokok (sekali seumur hidup) koperasi yakni Rp 212 ribu dan simpanan wajib (setiap bulan) Rp 21.200. Modalnya Rp 21,2 miliar.

Koperasi Syariah 212 yang dikoordinasikan Dewan Ekonomi Syariah ini akhirnya  resmi terwujud pada hari Jumat (6/1) lalu sebagai induk usaha dan investasi yang menaungi berbagai usaha.  Ketua Dewan Ekonomi Syariah 212 M Syafi’i Antonio menjelaskan, Koperasi Syariah 212 merupakan koperasi serba usaha syariah. Izin koperasi akan diajukan ke Kementeriam Koperasi dan akan ada jasa keuangan sehingga akan terhubung pula ke Otoritas Jasa Keuangan. Koperasi akan jadi induk investasi (investment holding) yang akan mengembangkan usaha di bawahnya termasuk ritel dan manufaktur dengan prioritas usaha.

Tentara Muslim Dunia Maya

Hersubeno Arief, Jurnalis Senior/Konsultan Media dan Politik  seperti dimuat dalam Republika Online, mencatat fenomena baru sejak menguatnya spirit aksi bela Islam,  yakni munculnya kekuatan besar di dunia maya  atau Muslim Mega-Cyber Army (MMCA). Mereka ini adalah pegiat sosial media yang berlatar belakang muslim perkotaan, terdidik dan sangat terkoneksi (Native Digital).

Hasil kerja mereka sangat terasa, baik di dunia nyata, maupun dunia maya. Suksesnya ABI I,II dan III tak lepas dari peran mereka dalam menerobos berbagai “barikade’ yang dibangun penguasa dan aparat keamanan. Demikian pula halnya dalam Pilkada DKI.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Politicawave, sebuah lembaga yang mengamati lalu lintas percakapan di sosial media, pada dua pekan masa awal kampanye (23 Sept- 3 Okt), pasangan Ahok-Djarot sangat mendominasi. Namun situasinya menjadi berubah drastis setelah munculnya Aksi Bela Islam (ABI) I dan II  sebagai buntut pidato Ahok di Pulau Seribu yang menyinggung tafsir Surat Al-Maidah 51. Sentimen negatif terhadap Ahok terus meningkat  setelah aksi 212 (ABI III).

Terus menurunnya net sentiment Ahok-Djarot ini adalah hasil kerja dari Muslim Mega- Cyber Army  yang rajin bergerilya di dunia maya. Walaupun tidak terkoordinasi, tanpa markas besar dan tanpa komando, namun  mereka berhasil membuat keder Ahok Cyber Army  yang  nota bene lebih berpengalaman, professional,  terkoordinasi dan terencana. Jangan lupa Ahok Cyber Army sebagian besar adalah para veteran pemenang dua pertempuran, ketika mendukung  Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI 2012 dan  Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.

“Ahok Cyber Army kini seolah kebingungan  menghadapi arus pasukan yang datang dari berbagai penjuru,” pada tanggal 19 Desember 2016.  Seperti jutaan kawanan lebah yang langsung menyengat beramai-ramai  manakala ada account maupun buzzer Ahok  yang muncul. Mereka sangat militan. Korbanpun mulai berjatuhan. Selain elektabilitas Ahok-Djarot di dunia nyata dan dunia maya yang terus menurun, kelompok-kelompok ini juga mengincar para pendukungnya. Aksi boikot terhadap Metro TV, boikot produk Sari Roti  adalah contoh nyata  korban mereka.

Potensi besar Muslim Mega-Cyber Army ini sangat sayang bila hanya digunakan untuk “perang” melawan Ahok. Selain terus mengawal persidangan Ahok, sudah waktunya dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk umat, bangsa dan negara.  Misalnya, pemberdayaan ekonomi umat, pembentukan media alternatif, kegiatan sosial penggalangan dana untuk duafa maupun bencana dan berbagai aktivitas positif lainnya. Jangan lupa pula hendaknya Muslim Mega-Cyber Army ini harus juga mempromosikan Islam yang damai, berakhlak mulia  dan rahmat bagi  alam semesta.

“Momentum persatuan umat seperti saat ini sayang bila dilewatkan. Sebelumnya rasanya sulit membayangkan  berbagai elemen Islam yang berbeda harakah/gerakan, bisa bersatu,” demikian ia menutup pendapatnya.

Pentingnya umat Islam untuk memenangkan perang di media sosial  dalam melawan cyber army musuh-musuh Islam juga menjadi perhatian  dari Forum Umat Islam (FUI).

“Siap nggak siap itu kita harus siap, karena peperangan di media sosial sudah berlangsung. Kita harus menangkan perang medsos,” ujar Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath  ketika memberikan pembekalan kepada para peserta program pelatihan design grafis dengan aplisasi handphone dan dasar-dasar SEO di Gedung Suara Islam Kalibata Tengah, Jakarta Selatan 18 Desember 2016. (nur)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

hm prasetyo

Jaksa Agung: Tersangka Korupsi Tidak Bisa Berbohong Karena Alasan Sakit

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jaksa Agung HM Prasetyo mengingatkan para tersangka atau terdakwa korupsi tidak bisa lagi membohongi pemeriksaan karena sakit mengingat akan dicek oleh...

Setelah Dipasang Ring Jantung, Dokter Pastikan Setya Novanto Bisa Diperiksa KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Dokter, yang menangani tersangka Setya Novanto di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, memperkirakan Ketua DPR tersebut bisa diperiksa Komisi Pemberantasan...
PCC

Pabrik Yang Digerebek Polisi Ini Produksi Ratusan Ribu Pil PCC per Malam

PURWOKERTO, SERUJI.CO.ID - Pabrik Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mampu menghasilkan ratusan ribu butir PCC dalam semalam, kata Wakil...
Sidharto Danusubroto

Sikapi Nobar Film G30S/PKI, Wantimpres: Prioritaskan Pembangunan Ketimbang Ribut Soal PKI

JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidharto Danusubroto mengingatkan masyarakat Indonesia untuk dapat memprioritaskan pembangunan nasional bersama daripada meributkan masalah terkait G30S/PKI. "Ada film ini,...
PCC

Flash: Bareskrim Menggerebek Ruko Yang Berfungsi Sebagai Pabrik PCC

PURWOKERTO, SERUJI.CO.ID - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengungkap keberadaan sebuah pabrik yang memproduksi pil PCC (Paracetamol Caffeine Carisoprodol)...
gatot nurmatyo

Panglima TNI: Pemutaran Film G30S/PKI Penting untuk Generasi Muda

KARANGANYAR - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan pemutaran film Gerakan 30 September (G30S) Partai Komunis Indonesia (PKI) bertujuan agar diketahui oleh generasi...