“Contraflow” Dua Lajur Diberlakukan Jasa Marga di Tol Jakarta-Cikampek


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jasa Marga memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow sebanyak dua lajur dari KM 61 sampai dengan KM 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek sejak pukul 08.25 WIB dalam rangka mengoptimalkan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way.

“Atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow sebanyak dua lajur dari KM 61 sampai KM 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sejak pukul 08.25 WIB,” ujar Corporate Communications Department Head, Irra Susiyanti, di Jakarta, Sabtu (1/6).

Irra menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah yang saat ini diberlakukan di KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama sampai dengan KM 263 Brebes Barat (bukaan KM 69 ditutup).

“Saat ini selain one way, berlaku dua titik contraflow di Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, yaitu di titik awal KM 34+800 sampai KM 53+200 dan di titik awal KM 61 sampai KM70 yang terintegrasi langsung dengan one way di KM 70,” katanya.

Saat ini antrean di Gerbang Tol Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek terpantau normal tersisa 6-8 kendaraan dengan jumlah maksimal 28 gardu tol operasi.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan dapat mengantisipasi titik awal pemberlakuan contraflow dan one way dengan memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan agar dapat masuk ke lajur satu arah dengan aman dan nyaman.

Selain itu Jasa Marga juga mengimbau kendaraan bus dan non-golongan I serta pengguna jalan jarak dekat untuk tetap menggunakan jalur normal.

Pengendara juga diminta untuk tetap berhati-hati selama berkendara, memastikan kecukupan saldo uang elektronik dan BBM sebelum memasuki jalan tol agar perjalanan lebih nyaman.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close