Anies Janjikan Pembangunan Akhlak di Tanah Betawi

Jakarta, Seruji.com- Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan menjanjikan, pembangunan ibu kota dengan memperindah akhlak sebagaimana budaya Betawi yang kental dengan nuansa keislaman.

“Karena pembangunan bukan cuma sekedar fisik saja tetapi juga akhlak yang menjadikan karakter unggul,” ujar Anies saat debat kandidat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1) malam.

Langkah konkrit yang dilakukan mantan Menteri Pendidikan itu, adalah menetapkan jam mengaji bagi para warga DKI Jakarta. “Yakni, setiap habis Magrib sampai Isya,” jelasnya.

Anies juga akan mengajak para Mahasiswa semua jurusan untuk turun ke Kampung-Kampung untuk mengajarkan siswa-siswa pada jam tujuh ke atas.

“Karena kami akan menetapkan jam belajar jadi para mahasiswa semua fakultas baik teknologi dan manajemen turunlah ke kampung-kampung berikan pengajaran pada warga yang berusia pendidikan. Anggaplah mereka itu adalah keluarga kalian,” jelasnya.

Sementara itu, pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saipul Hidayat lebih memilih pembangunan dengan semboyan akal, perut dan dompet.

Menurut Anies hal itu, tidak akan membentuk sebuah karakter jujur. “Dan ini juga bukan kepemimpinan karena kepemimpinan tidak hanya fokus kepentingan tapi kepemimpinan juga berbicara karakter,” jelasnya.

Pembangunan karakter ini boleh jadi sejalan dengan pernyatan Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono.

Ketika meresmikan Bamus Betawi, Soni menyebutkan, jika akar pembangunan Jakarta adalah Budaya Betawi. “Bila budaya Betawi runtuh maka Jakarta akan runtuh,” jelas Soni. (Jamal)

Reporter : Denni

Editor   : Denni

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Makan Dikit, Perut Kok Buncit?