“Oleh karena itu kegiatan seperti ini adalah hal baru yang bisa diperoleh oleh mahasiswa sebab memang lebih banyak dibangku kuliah mahasiswa hanya lebih banyak berteori,” tuturnya.
Kedepannya, lanjut Pater Yasintus, pihaknya akan menyiapkan waktu agar bisa mengumpul seluruh mahasiswa Unika agar kelak bisa mengikuti bela negara yang tujuannya agar lebih meningkatkan rasa cinta tanah air di kalangan mahasiswa.
Sebelumnya Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa memberikan materi tentang wawasan kebangsaan kepada kurang lebih 1.686 mahasiswa baru di gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Oepoi Kupang.
Jenderal berbintang satu itu mengatakan dirinya merasa perlu memberikan pemahaman soal wawasan kebangsaan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa baru agar bisa terhindar dari berbagai hal yang berkaitan dengan radikalisme.
“Bagi saya kegiatan wawasan kebangsaan ini sangat perlu dilakukan khususnya bagi geberasi muda saat ini. Karena banyak indikasi-indikasi yang dapat mempengaruhi generasi muda kita saat ini,” ujarnya. (Ant/SU01)

wawasan itu hanya didapat setelah melalui perjalanan panjang, membaca berbagai hal, berdiskusi, dan mengerjakan banyak konsep secara nyata. Bukan diperoleh hanya dengan penataran singkat. Betul-betul salah kaprah. Apalagi masalah narkoba dan sejenisnya yang ada hubungannya dengan rasa ketergantungan karena kegiatan dalam waktu lama, mana mungkin diselesaikan dengan singkat seperti itu.
kok bisa ya, akademisi berpikir seperti ini?