Di Balik Keengganan Korban Gunung Agung Mengungsi

1
103
ternak, gunung agung
Hewan ternak ayam yang ditinggalkan pengungsi Gunung Agung. (Foto: Istimewa)

KARANGASEM, SERUJI.CO.ID – Sejumlah warga Desa Tianyar, lereng Gunung Agung, yang masuk daerah rawan bencana enggan mengungsi dengan alasan ternak piaraannya berupa sapi dan babi tidak ada yang merawat dan mengawasinya.

Oleh sebab itu, mereka tetap bertahan meskipun sebagian besar warga desa di lereng gunung itu telah berbondong-bondong mengungsi sejak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PWMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM meningkatkan status Gunung Agung (3.143 meter) di Kabupaten Karangasem, Bali, dari Level III (Siaga) menjadi Level IV atau Awas sejak Jumat (22/9) malam, tutur warga setempat Jero Mangku Puseh.

Ia bersama puluhan warga lainnya memilih tetap bertahan. Alasannya takut sapi ternak piaraannya yang menjadi sumber kehidupan keluarga dicuri orang.

Demikian pula, beberapa warga lainnya di Desa Tianyar, yang masuk dalam radius 12 km dari Gunung Agung atau dalam kawasan rawan bencana (KRB) memilih tetap bertahan di rumahnya walaupun sudah mendapat perintah untuk mengungsi pascapeningkatan aktivitas Gunung Agung.

Jero Mangku Puseh, pemimpin ritual agama Hindu di desa tersebut, mengaku sebagian besar warganya sudah mengungsi ke tempat aman ke posko pengungsian Desa Les dan tempat penampungan lainnya di Kabupaten Buleleng.

Begitu pula, aktivitas galian C di Desa Tianyar yang berlokasi di sebelah utara Gunung Agung hingga Ahad (24/9) masih berjalan seperti biasa. Sejumlah kendaraan berat berisi pasir melintas di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Buleleng.

Pengungsi terus mengalir hingga kini mencapai 2.745 kepala keluarga (KK) atau 15.124 jiwa tersebar pada 126 titik tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Pulau Dewata, seperti yang diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah karena Pemkab Karangasem memperkirakan warga yang bermukim di lereng Gunung Agung dalam radius 6 kilometer sebanyak 15.000 jiwa dan radius 12 kilometer sekitar 100.000 orang.

Komandan Kodim 1623 Karangasem Letkol Inf. Fierman Sjafierial Agustus bersama tim gabungan lainnya telah meningkatkan penyisiran di daerah rawan bencana untuk mengevakuasi warga yang masih bertahan di beberapa desa sekitar Gunung Agung.

Dalam Rapat Koordinasi Darurat Gunung Agung, dia meminta warga lereng Gunung Agung dalam radius 12 kilometer untuk mematuhi instruksi petugas sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terburuk, misalnya terjadi erupsi Gunung Agung.

Fierman yang juga Komandan Satuan Tugas Siaga Darurat Gunung Agung itu mengklaim evakuasi hampir 100 persen dilakukan di kawasan rawan bencana (KRB) III yang merupakan zona merah dan KRB II yang merupakan zona merah muda.

Namun, tidak jarang beberapa warga, terutama yang memiliki ternak, kembali ke desa untuk memberi makan ternak yang tidak ikut diungsikan.

Ia berkali-kali telah mengimbau warga untuk turun dari lereng gunung karena berbahaya mencermati status awas Gunung Agung sejak Jumat (20/9).

loading...

1 KOMENTAR

  1. Ada beberapa sebab kenapa masih ada masyarakat yang enggan mengikuti arahan pemda untuk meninggalkan lokasi bencana. Satu, karena ketidaksiapan mereka meninggalkan barang-barang, sawah dan ternaknya. Kedua, kurangnya sosialisasi akan tanggap bencana, sehingga masyarakat tetap dalam persepsinya masing-masing. Ketiga, kuranya jaminan dari pemerintah terhadap keamanan daerah yang ditinggalkan. Keempat, kurang tegasnya pemerintah setempat.
    Intinya, sosialisasi dan simulasi tanggap bencana pada daerah-daerah rawan bencana harus ditingkatkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...