BNPB: Jangan Sebarkan Hoax Letusan Gunung Agung

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meminta masyarakat agar tidak menyebarkan berita palsu atau hoax terkait dengan letusan Gunung Agung di Karangasem, Bali.

“Masyarakat diimbau tidak percaya dan menyebarkan berita yang menyesatkan karena letusan gunung tidak dapat diprediksi,” kata Sutopo di Jakarta, Senin (25/9).

Menurut dia, berita palsu dapat menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat, terlebih terkait dengan Gunung Agung yang saat ini menunjukkan tanda-tanda akan mengalami erupsi sehingga perlu antisipasi dengan mobilisasi masyarakat sekitar gunung tersebut.

Terdapat kecenderungan, kata dia, masyarakat membagi konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait dengan Gunung Agung.

“Misalnya, terdapat pesan berantai di media sosial mengenai Gunung Agung yang meletus atau video letusan Gunung Agung. Padahal, konten audio visual itu tidak relevan dengan konteks terkini,” ungkapnya.

Letusan gunung, kata dia, tidak dapat diprediksi sebagaimana Gunung Agung yang hingga saat ini telah memasuki masa kritis di level awas. Hanya saja gunung akan memberi petanda tertentu jika akan meletus, seperti seringnya terjadi gempa.

“Umumnya, jika terjadi gempa tremor atau getaran di tanah secara terus-menerus dalam waktu lama maka letusan akan terjadi dalam waktu dekat,” jelasnya.

Sutopo menyebutkan jumlah pengungsi saat ini lebih dari 48.000 jiwa dengan sebagian besar adalah penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Agung dalam radius 6 sampai dengan 12 kilometer dari gunung. Sedikitnya, terdapat 301 titik posko pengungsian yang tersebar di sembilan kabupaten di Bali.

“Masyarakat mengungsi ke berbagai tempat seperti fasilitas umum, tempat ibadah, dan rumah-rumah warga,” tuturnya.

Ia mengapresiasi adanya modal sosial yang baik ketika banyak unsur masyarakat yang merelakan rumahnya menjadi tempat pengungsian.

Gunung Agung sendiri meletus terakhir kali pada tahun 1963, yaitu dalam kurun 18 Februari s.d. Januari 1964. Dampak letusan saat itu menyebabkan 1.500 jiwa meninggal dunia, 1.700 rumah hancur, 225.000 jiwa kehilangan mata pencaharian, dan 100.000 jiwa mengungsi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER