KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Toko swalayan yang lahir dari semangat perjuangan umat membangun ekonomi syariah, 212 Mart, kini telah hadir di Kota Langsa, Aceh. Peresmian toko modren ini dilakukan pada minggu lalu.
Dedi Surya, selaku ketua panitia grand launching mengatakan, hadirnya 212 Mart di Kota Langsa sebagai wujud untuk meningkatkan kekuatan perekonomian umat, mengingat selama ini perekonomian tidak dikuasai muslim.
“212 Mart bentuk wujud keseriusan untuk meningkatkan ekonomi umat, karena saat ini mau tidak mau harus diakui ekonomi banyak dikuasai oleh non muslim,” ujar Dedi pada SERUJI, di Kota Langsa, Rabu (18/4).
Menurut Dedi, saat ini umat Islam harus bersatu untuk menguatkan ekonomi masyarakat berbasis syariah. “Jika itu dilaksanakan, maka akan tercipta tatanan ekonomi yang benar-benar dirasakan oleh umat,” katanya.
Diungkapkan oleh Dedi, 212 Mart didirikan atas hasil sharing invest dari umat yang tergabung dalam Koperasi Muslim Aceh Darussalam (KOMAD). Konsep syariah yang diusung adalah Mudharobah dengan pembagian hasil.
“212 Mart di Langsa bernaung dibawah KOMAD, masyarakat berinvestasi untuk membuka 212 mart, nanti bagi hasilnya akan diberikan pada akhir tahun,” jelasnya.
Dedi berharap, masyarakat mulai berbelanja di 212 Mart yang merupakan usaha umat Islam sendiri.
“Mari kita kuatkan ekonomi keumatan dengan berbelanja di 212 mart, bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dapat datang langsung ke gerai 212 Mart Langsa, yang terletak di jalan A. Yani, Kampung Jawa,” ajaknya.
Sementara itu, salah seorang anggota Koperasi Muslim Aceh Darussalam (KOMAD), Munawar Khalil, mengaku sangat tertarik untuk berinvestasi di 212 mart. Selain karena mendapat keuntungan dari bagi hasil di akhir tahun, juga 212 Mart adalah milik umat dan manfaatnya dirasakan oleh umat.
“Dari pada kita belanja di market–market lain yang tidak jelas pemilik sahamnya, lebih bagus kita belanja di 212 Mart yang memang jelas-jelas dari umat, untuk umat,” tukasnya.(Syahrial/Hrn)

Semoga cpt berkembang di daerah yg lain
#Aceh