Panwaslu Tulungagung: Margiono Tak Terbukti Lakukan Politik Uang

TULUNGAGUNG, SERUJI.CO.ID – Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menyimpulkan aksi bagi-bagi duit yang dilakukan Margiono saat kampanye tatap muka di Pasar Ngemplak, Ahad (25/2) bukanlah bentuk politik uang.

“Hasil investigasi dan klarifikasi yang sudah kami lakukan, kasus ini tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu,” kata Ketua Panwas Pilkada Tulungagung Endro Sunarko di Tulungagung, Ahad (4/3).

Endro mengaku sudah melakukan investigasi dan klarifikasi ke para pihak, terutama ke para pedagang yang tertangkap kamera menerima uang pecahan Rp100 ribu dari Cabup Margiono, ke instruktur senam dan beberapa peserta, hingga ke Cabup Margiono sendiri.

Hasilnya, menurut Endro, uang yang diberikan Margiono semata diberikan untuk membeli barang yang dijajakan pedagang.

“Saat itu karena pemberian bergerombol sehingga yang diberikan ke salah satu (pedagang) lalu dibagikan ke yang lain senilai masing-masing Rp25 ribuan,” ujar Endro.

Kata dia, ada empat pedagang penerima uang yang diklarifikasi panwas. Hal serupa juga dilakukan terhadap instruktur dan beberapa peserta senam yang, menurut Endro, uang yang mereka terima sebagai kompensasi atas kegiatan yang digelar.

Namun Endro mengakui, panwas tak bisa menemukan saksi penerima saweran uang Margiono saat senam masal berlangsung. Baik yang diterima warga yang berada di depan panggung maupun anak-anak yang sempat dibawa naik ke atas panggung.

“Memang sulit untuk mendapati saksi warga yang menerima uang saat senam ini, karena massa sudah bercampur baur dan sulit diidentifikasi satu satu,” ujarnya.

Panwas sendiri sudah mengklarifikasi ke Margiono terkait dugaan politik uang tersebut, Sabtu (3/3).

Dan hasilnya, cabup nomor urut 1 yang diusung koalisi parpol itu mengakui telah membagikan sejumlah uang.

Namun ia berdalih uang tersebut untuk pengganti dagangan yang dibeli Margiono serta kebutuhan konsumsi peserta senam.

“Pak Margiono juga mengakui ada bagi-bagi uang. Tapi selain untuk mengganti barang yang dibeli, uang yang diberikan kepada warga saat senam katanya untuk membeli makan di warung,” kata Endro.

Tak hanya Margiono yang melakukan aksi borong barang pedagang, hal serupa juga dilakukan oleh Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa saat blusukan pasar yang diikuti Cabup Margiono, kata Endro. (Ant/SU02)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER