SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Selain menggelar acara kesenian dan budaya, acara Gelar Seni Budaya Magetan yang diadakan di Taman Budaya Jawa Timur, di Jalan Genteng Kali 85 Surabaya, juga membuka stand bazar untuk promosi produk UKM dan pariwisata khas Kabupaten Magetan. Acara ini berlangsung dari Jumat-Sabtu, 9-10 Februari 2018.
“Kegiatan ini ada peristiwa keseniannya, juga ada kegiatan promosinya, promosinya UKM daerah khusus Magetan. Disini untuk promosi produk ekonomi kreatif, UKM dan pariwisata. kalau disini kita spesifikasi bukan pasar klontong, tapi produk UMKM,” kata Kepala UPT Taman Budaya Jatim, Sukatno kepada SERUJI, Sabtu (10/2).
Format pagelaran budaya bulanan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim ini mengadaptasi kearifan filsosofi hidup berkesenian masyarakat Jawa Timur, dimana setiap ada pagelaran seni di masyarakat selalu dikelilingi oleh pedagang kaki lima atau klontong.
“Aspek produk ekonomi, ini ada ruang pasar, baru berdiri 5 tahun yang lalu, kita me-manage terus-menerus. Contoh di masyarakat, kalau ada pertunjukan wayang atau pertunjukan ludruk, mesti dikelilingnya ada kakil lima jualan, jadi managemen tradistionalnya sebenarnya sudah terjadi di masyarakat,” tutur Sarjana Seni Tari STKW Surabaya ini.
Sementara itu, tepat dibelakang kursi penonton ada sebuah stand bazar milik Ayik (40), menjajakan aneka olahan makanan ringan khas Magetan.
Perempuan mengenakan hijab warna abu-abu itu menunjukkan pada SERUJI dua produk unggulan yang dijualnya; Tiwul Instan dan Abon Ikan Tuna.
“Produk inovasi saya Tiwul Instan, karena membuat tiwul itukan ribet, dan biar mudah saya inovasi jadi bentuk instan. Kemudian ada Abon Ikan Tuna, di Magetan itukan masyarakatnya tidak terlalu sering makan ikan, jadi invoasi saya ini buat menjadi abon, kreasi baru,” ungkap warga Perumahan Bandarsari Blok C2 Magetan ini. (Luh/Hrn)
