JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menggalakan transaksi secara online atau dikenal juga cashless society, namun beberapa pihak mengkhawatirkan penerapan teknologi yang tidak lagi gunakan uang secara fisik tersebut akan mematikan para pedagang pasar tradisional.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memastikan bahwa penerapan transaksi secara online tersebut tidak akan mematikan pedagang tradisional, karena pemerintah DKI Jakarta telah memiliki strategi untuk mengatasi berbagai persoalan yang mungkin muncul.
Salah satu yang dilakukan Pemprov Jakarta adalah mulai memperkenalkan mesin electronic data capture atau EDC kepada para pedagang pasar tradisional.
“Kami akan supply teknologi mesin EDC tersebut,” kata Gubernur Jakarta yang akrab disapa Ahok tersebut di Balai Kota Jakarta, Sabtu (6/5) malam.
Lebih lanjut Ahok menjelaskan bahwa pemerintah DKI Jakarta sebelumnya telah juga menggunakan transaksi online atau cashless society tersebut dalam program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang saat ini sudah biasa digunakan oleh warga Jakarta.
Dengan KJP para penerima dapat berbelanja berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga murah di berbagai toko yang tersebar di seluruh Jakarta, seperti di pasar Glodok, pasar Jatinegara, pasar Kramat Jati dan lainnya.
Menurt Ahok, penggunaan KJP dengan teknologi online tersebut juga membantu pemerintah DKI Jakarta dalam mengontro penggunaan dana yang ada pada kartu tersebut.
EDITOR: Harun S
