JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih secara bertahap mulai Senin (27/4/2026), diawali dengan pergantian di tingkat kepala badan.
Salah satu pergeseran yang paling disorot adalah pos Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), yang disebut akan diisi oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari, menggeser Angga Raka Prabowo yang selama ini menjabat posisi tersebut.
Dari sumber terpercaya di lingkungan pemerintahan dilaporkan informasi ini sudah beredar sejak minggu lalu. Hingga siang ini, Istana belum mengeluarkan konfirmasi resmi.
Qodari Geser ke Bakom, Dudung Isi KSP
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Muhammad Qodari akan dipindahkan dari posisi Kepala KSP menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom. Pos Kepala KSP yang ditinggalkan Qodari akan diisi oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, yang saat ini menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Qodari hanya menjawab singkat, “Mohon doa yang terbaik,” diakhiri dengan emoji senyum, tanpa menegaskan maupun membantah kabar tersebut.
Pos lain yang ikut bergeser dalam perombakan tahap pertama ini adalah Kepala Badan Karantina Nasional, yang kabarnya akan ditempati Abdul Kadir Karding, politisi PKB yang sebelumnya menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada periode 2024–2025.
Sementara mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi disebut akan ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Hasan Nasbi sendiri menyatakan belum bisa mengonfirmasi, dan meminta semua pihak menunggu pengumuman resmi.
Reshuffle Pertama Sepanjang 2026
Jika terlaksana hari ini, perombakan ini menjadi reshuffle pertama Kabinet Merah Putih sepanjang 2026. Perombakan terakhir dilakukan pada Februari 2026, ketika Juda Agung dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Djiwandono yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Isu reshuffle sendiri telah bergulir sejak awal tahun. Pada 7 April 2026, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya hanya menjawab “Tunggu saja” ketika ditanya soal kemungkinan reshuffle di bulan April, pernyataan yang oleh banyak kalangan dibaca sebagai sinyal bahwa keputusan sudah matang di meja Presiden.
Sementara Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron pada 16 April 2026 menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya urusan reshuffle kepada Presiden Prabowo sebagai hak prerogatif kepala negara.
Hingga siang ini, pihak Istana belum mengeluarkan konfirmasi resmi mengenai jadwal dan detail perombakan. Presiden Prabowo Subianto sendiri diperkirakan akan memberikan penjelasan langsung.
Angga Raka: Loyalis Gerindra di Lingkaran Prabowo
Angga Raka Prabowo dilantik sebagai Kepala Bakom pada 17 September 2025, menggantikan Hasan Nasbi dalam reshuffle kabinet ketiga. Politikus Partai Gerindra kelahiran 8 September 1989 ini merupakan figur yang sudah lama berada di lingkaran dekat Prabowo, sejak menjabat asisten pribadi Prabowo pada 2014–2017. Ia juga menjabat Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.
Sementara Muhammad Qodari, yang kini akan bergeser ke Bakom, dilantik sebagai Kepala KSP juga dalam reshuffle September 2025. Qodari dikenal sebagai pengamat politik dan pendiri lembaga survei IndEX Research, sebelum bergabung ke lingkaran pemerintahan.
Perombakan ini dianggap sebagai upaya Presiden Prabowo memperkuat komunikasi publik pemerintah, sektor yang kerap dinilai menjadi titik lemah kabinet sejak awal kepemimpinannya.
Berita ini akan terus diperbarui seiring perkembangan di Istana.
— Laporan: Redaksi SERUJI.CO.ID
