Tantangan Ibu Zaman Now, Dari Harga Cabe sampai LGBT

0
56
Fahira Idris, anggota DPD RI mengapresiasi polisi yang sudah menangkap pelaku gay di Jakarta.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ditetapkannya setiap 22 Desember yang merupakan tanggal digelarnya kongres perempuan pertama (22-25 Desember 1928) sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno sejak 1959 sebenarnya merupakan cara agar bangsa ini terus merawat kasadaran kolektif perempuan dan para Ibu Indonesia untuk terus memperjuangkan hak-haknya agar lebih mudah menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan hidup yang semakin beragam dan kompleks.

Ketua Komite III DPD RI yang membidangi persoalan perempuan Fahira Idris mengungkapkan, bahwa Hari Ibu juga dapat jadikan momentum terutama bagi para Ibu untuk mengingatkan para pengambil kebijakan di republik ini, bahwa apapun kebijakan dan kondisi yang terjadi pada bangsa ini, para Ibu lah yang paling merasakan langsung dampaknya.

Selain momentum kasih sayang anak kepada ibu, makna Hari Ibu, menurut Fahira, sudah saatnya diperluas menjadi momentum bagi negara untuk mendengar keresahan para Ibu melihat kondisi bangsa ini dan mengikat komitmen para pengambil kebijakan di negeri ini untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

“Tantangan ibu ‘zaman now’ begitu kompleks dan beragam mulai dari harga cabe hingga propaganda LGBT. Para ibu harus memutar otak agar dapur tetap ngebul saat harga kebutuhan pokok seperti daging, telur, atau cabe naik atau saat terjadi kelangkaan gas. Belum lagi harus memastikan anak-anak mendapat pendidikan dan kesehatan yang baik. Hingga memeras otak agar anak-anak terhindar dari pengaruh narkoba, miras, pornografi, sampai propaganda LGBT yang begitu masif menyasar anak-anak. Untuk itu, momentum Hari Ibu harus dimanfaat untuk mendesak negara agar membantu para Ibu menghadapi tantangan-tantangan ini,” tegas Fahira di sela-sela memperingati Hari Ibu di Jakarta, Jumat (22/12).

Menurut Fahira, pemerintah harus terus diingatkan bahwa peradaban bangsa ini tidak akan melesat maju jika negara tidak berkomitmen membantu para Ibu menyelesaikan berbagai persoalan hidup lewat kebijakan, program dan aksi nyatanya. Makanya, lanjut Fahira, terdapat istilah yang menyatakan bahwa jika engkau mendidik seorang lelaki maka engkau mendidik seorang lelaki. Namun, ketika kamu mendidik seorang perempuan, maka kamu mendidik satu generasi dari sebuah bangsa.

“Kemajuan dan kelanjutan sebuah bangsa sangat tergantung dari para Ibu karena para Ibu lah yang berperan membentuk, mendukung, dan mencetak generasi-generasi emas sehingga sebuah bangsa mencapai peradabannya. Namun, jangan harap bangsa ini menjadi bangsa besar jika pemerintah tidak mampu menciptakan kondisi bangsa yang membuat para Ibu mudah dan nyaman menjalankan perannya,” pungkas Senator Jakarta ini. (ARif R)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....