Tantangan Ibu Zaman Now, Dari Harga Cabe sampai LGBT

0
94
Fahira Idris, anggota DPD RI.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ditetapkannya setiap 22 Desember yang merupakan tanggal digelarnya kongres perempuan pertama (22-25 Desember 1928) sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno sejak 1959 sebenarnya merupakan cara agar bangsa ini terus merawat kasadaran kolektif perempuan dan para Ibu Indonesia untuk terus memperjuangkan hak-haknya agar lebih mudah menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan hidup yang semakin beragam dan kompleks.

Ketua Komite III DPD RI yang membidangi persoalan perempuan Fahira Idris mengungkapkan, bahwa Hari Ibu juga dapat jadikan momentum terutama bagi para Ibu untuk mengingatkan para pengambil kebijakan di republik ini, bahwa apapun kebijakan dan kondisi yang terjadi pada bangsa ini, para Ibu lah yang paling merasakan langsung dampaknya.

Selain momentum kasih sayang anak kepada ibu, makna Hari Ibu, menurut Fahira, sudah saatnya diperluas menjadi momentum bagi negara untuk mendengar keresahan para Ibu melihat kondisi bangsa ini dan mengikat komitmen para pengambil kebijakan di negeri ini untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

“Tantangan ibu ‘zaman now’ begitu kompleks dan beragam mulai dari harga cabe hingga propaganda LGBT. Para ibu harus memutar otak agar dapur tetap ngebul saat harga kebutuhan pokok seperti daging, telur, atau cabe naik atau saat terjadi kelangkaan gas. Belum lagi harus memastikan anak-anak mendapat pendidikan dan kesehatan yang baik. Hingga memeras otak agar anak-anak terhindar dari pengaruh narkoba, miras, pornografi, sampai propaganda LGBT yang begitu masif menyasar anak-anak. Untuk itu, momentum Hari Ibu harus dimanfaat untuk mendesak negara agar membantu para Ibu menghadapi tantangan-tantangan ini,” tegas Fahira di sela-sela memperingati Hari Ibu di Jakarta, Jumat (22/12).

Menurut Fahira, pemerintah harus terus diingatkan bahwa peradaban bangsa ini tidak akan melesat maju jika negara tidak berkomitmen membantu para Ibu menyelesaikan berbagai persoalan hidup lewat kebijakan, program dan aksi nyatanya. Makanya, lanjut Fahira, terdapat istilah yang menyatakan bahwa jika engkau mendidik seorang lelaki maka engkau mendidik seorang lelaki. Namun, ketika kamu mendidik seorang perempuan, maka kamu mendidik satu generasi dari sebuah bangsa.

“Kemajuan dan kelanjutan sebuah bangsa sangat tergantung dari para Ibu karena para Ibu lah yang berperan membentuk, mendukung, dan mencetak generasi-generasi emas sehingga sebuah bangsa mencapai peradabannya. Namun, jangan harap bangsa ini menjadi bangsa besar jika pemerintah tidak mampu menciptakan kondisi bangsa yang membuat para Ibu mudah dan nyaman menjalankan perannya,” pungkas Senator Jakarta ini. (ARif R)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...