Karena itu dia mengatakan saat ini tinggal kembali pada diri kader Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah, apakah hanya mau menjadi penonton, ataukah kita mau menjadi garda terdepan dalam meningkatkan reformasi.
“Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pemimpin, apakah itu Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali kota, Wakil Wali kota, bahkan menjadi Presiden atau Wakil Presiden. Karena itu kita tidak boleh menjadi penontan dan pelengkap penderita namun harus memberikan apa yang kita miliki untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.
Taufik mengingatkan kepada KOKAM dan Pemuda Muhammadiyah untuk ambil bagian memberikan kemampuannya kepada bangsa Indonesia.
Selain itu dia mengingatkan agar serta mewaspadai pihak-pihak yang hilang ketika Muhammadiyah menyuarakan reformasi namun setelah itu muncul menjadi mafia beras, mafia garam.
Apel Siaga Jambore KOKAM wilayah Jawa Tengah dihadiri 5.000 anggota KOKAM dari seluruh Jawa Tengah, di Alun-Alun Kabupaten Karang Anyar, Ahad (22/10).
Hadir dalam acara itu Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Danil Anzar Simanjuntak, Bupati Karang Anyar Juliyatmono dan sejumlah tokoh Muhammadiyah di Karang Anyar. (Ant/SU01)
