Bila Tidak Jadi Cawapres Jokowi, PKB: Cak Imin Kemungkinan Dampingi AHY


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan meyakini sosok Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mampu memperkuat elektabilias Jokowi dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019 karena memiliki basis massa sebanyak 11 juta pemilih.

“Cak Imin akan mendongkrak elektabilitas Jokowi, lalu saat ini hasil survei menunjukan posisi kami diurutan keempat,” kata Daniel Johan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/3).

Dia menjelaskan, posisi PKB di urutan keempat itu menunjukkan basis massa partai tersebut yang diperkirakan berjumlah 11 juta pemilih sehingga akan berkorelasi positif bagi Jokowi di Pilpres 2019.

Daniel mengatakan, kalau Jokowi menggandeng Cak Imin di Pilpres 2019, maka dipastikan basis suara Nahdlatul Ulama (NU) khususnya di Pulau Jawa akan aman, yang merupakan lumbung suara partai tersebut.

Namun, lanjutnya, terkait kemungkinan PKB menarik dukungan apabila Jokowi tidak memilih Cak Imin sebagai Cawapres di Pilpres 2019, akan diputuskan dalam Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) yang dilakukan pada Juni 2018 mendatang.

“Segala kemungkinan dibahas di Muspimnas bulan Juni mendatang,” ujarnya.

Dalam Muspimnas menurut Daniel, juga akan dibahas kemungkinan terbentuknya poros ketiga yaitu kemungkinan Cak Imin mendampingi Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan pilkada dan pilpres Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sementara itu, Wakil Sekjen PKB Jazilul Fawaid mengatakan bisa saja Cak Imin akan jadi lawan Jokowi bila tidak diberi kursi Wakil Presiden.

“Jika tidak diterima, ya nyapres,” kata Jazilul usai pelantikan Wakil Ketua MPR, di gedung Parlemen, Senaya, Jakarta, Senin (26/3).

Ditegaskan oleh Jazilul, bahwa segala kemungkinan bisa saja terjadi apabila Jokowi tidak memberi kursi Wapres kepada Ketua Umum PKB. Cak Imin bisa jadi lawan Jokowi sebagai Capres, atau bergabung dengan lawan Jokowi dengan syarat mendapat kursi Wapres.

“Kalau nyapres berarti tanding, (Itu pun) kalau diterima  (partai lain berkoalisi), nyapres. Kalau tidak ya jomblo. Kalau nyebrang (ke lawan Jokowi), juga (minta) cawapres posisinya, sama saja,” pungkasnya. (ARif R/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Ternyata Menteri Agama Berasal dari Ormas Islam Yang Sama dengan Ustadz Tengku Zulkarnain

Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar sejak 2018 berdasarkan Surat Keputusan nomor A.166/KPTS/PBMA/V/2018 yang ditandatangani Ketua Umum PB MA, Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi
close