Wiranto: Pemerintah Akan Hancur Jika Dipertentangkan Dengan Islam

JAKARTA – KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mengingatkan pemerintah bahwa ada pihak-pihak tertentu yang mengembangkan wacana mempertentangkan antara Islam dengan Pancasila.

“Pertentangan ini pernah terjadi di masa lalu. Jika tidak segera dibenahi, maka perbaikan yang diperlukan tidak membutuhkan waktu yang sebentar,” jelas Gus Sholah dalam pertemuan para Ulama dengan Menkopolhukan, Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/2).

Menanggapi hal tersebut, Wiranto menegaskan bahwa Islam tidak bisa dipertentangkan dengan siapapun khususnya di Indonesia. “Tatkala pemerintah dipertentangkan dengan Islam, maka pemerintah akan hancur, kintir,”, tegasnya.

Wiranto menegaskan masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam. Jika dilihat dari perspektif sejarah, Islam identik dengan perjuangan Bangsa Indonesia dengan segala toleransinya sehingga kaum minoritas di Indonesia diharapkan mengerti akan hal itu.

Gus Sholah pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukurnya dengan adanya Wiranto di dalam tubuh pemerintahan.

“Dengan segala pengalaman (Wiranto -Red) di masa lalu, mampu menjadi jembatan komunikasi dan penengah di tengah huru-hara yang terjadi ahir-akhir ini.” ungkap Gus Sholah.

EDITOR: Haruns S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER