Wiranto: Negara Bisa “Jejeg” Kalau Kita Melakukan Ajaran Islam

809
Pertemuan ulama sepuh bersama Menkopolhukam Wiranto.

JAKARTA – Jendral (Purn) Wiranto, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukan) menegaskan bahwa negara Indonesia bisa berdiri tegak jika melakukan ajaran Islam. Hal tersebut disampaikan Wiranto dihadapan para Ulama dalam pertemuan di Kantor Kemenkopolhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/2).

“Negara ini bisa jejeg (berdiri – bahasa Jawa) kalau kita melakukan ajaran Islam dimana dalam Negara itu ada istilahnya dilaksanakannya ilmunya para ulama, lalu bijaksananya para umara, lalu dermawannya para pengusaha, lalu doanya para kaum dhuafa. Nah tatkala antara ulama dan umara ini tidak kompak, maka Negara itu tidak baik,” jelas Wiranto.

 

Pada kesempatan tersebut, Wiranto juga menceritakan tentang pengalaman pada tahun 1998 ketika menjadi Panglima TNI yang memiliki Sapta Marga yang keempat, yakni prajurit ABRI adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia. Bhayangkari Negara artinya mampu mengawal Negara yang meliputi Wilayah, Pemerintah, dan Rakyat. Pada saat Pemerintah dan Rakyat bertikai, hal ini adalah masalah. Saat ini pertikaian tersebut seperti akan terulang kembali dalam bentuk yang lain. “Oleh karena itu, tentu hal ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui pada Selasa (21/2) bertempat di kantor Kemenpolhukam sejumlah Ulama menemui Wiranto. Ulama tersebut diantaranya KH. Salahuddin Wahid, KH. Muhammad Ma’shum Al Bondowosowi, K.H. Habib Muchsin Bin Ahmad Al-Atos, K.H. Prof. Didin Hafidhuddin, KH. Muhammad Yunus, dan Ust. Ahmad Parlaungan.

 

loading...

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama