Wiranto: Negara Bisa “Jejeg” Kalau Kita Melakukan Ajaran Islam

4
817
Pertemuan ulama sepuh bersama Menkopolhukam Wiranto.

JAKARTA – Jendral (Purn) Wiranto, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukan) menegaskan bahwa negara Indonesia bisa berdiri tegak jika melakukan ajaran Islam. Hal tersebut disampaikan Wiranto dihadapan para Ulama dalam pertemuan di Kantor Kemenkopolhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/2).

“Negara ini bisa jejeg (berdiri – bahasa Jawa) kalau kita melakukan ajaran Islam dimana dalam Negara itu ada istilahnya dilaksanakannya ilmunya para ulama, lalu bijaksananya para umara, lalu dermawannya para pengusaha, lalu doanya para kaum dhuafa. Nah tatkala antara ulama dan umara ini tidak kompak, maka Negara itu tidak baik,” jelas Wiranto.

 

Pada kesempatan tersebut, Wiranto juga menceritakan tentang pengalaman pada tahun 1998 ketika menjadi Panglima TNI yang memiliki Sapta Marga yang keempat, yakni prajurit ABRI adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia. Bhayangkari Negara artinya mampu mengawal Negara yang meliputi Wilayah, Pemerintah, dan Rakyat. Pada saat Pemerintah dan Rakyat bertikai, hal ini adalah masalah. Saat ini pertikaian tersebut seperti akan terulang kembali dalam bentuk yang lain. “Oleh karena itu, tentu hal ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui pada Selasa (21/2) bertempat di kantor Kemenpolhukam sejumlah Ulama menemui Wiranto. Ulama tersebut diantaranya KH. Salahuddin Wahid, KH. Muhammad Ma’shum Al Bondowosowi, K.H. Habib Muchsin Bin Ahmad Al-Atos, K.H. Prof. Didin Hafidhuddin, KH. Muhammad Yunus, dan Ust. Ahmad Parlaungan.

 

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

HIV positif

Belasan Ibu Hamil di Kaltara Positif HIV

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menemukan belasan ibu hamil positif mengidap penyakit HIV/AIDS pada 2017. "Ada 12 ibu hamil di Kaltara ini positif...

Kapolda Papua Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Asmat

ASMAT, SERUJI.CO.ID - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak dan sanak keluarganya yang menderita penyakit campak dan gizi buruk di...

TNI Kerahkan Dua Helikopter Kirim Obat ke Asmat

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Markas Besar TNI mengerahkan dua unit helikopter untuk mengirim obat-obatan guna membantu menangani wabah penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat,...
Mohamad Nasir

Menristekdikti Berhalangan Penuhi Panggilan Polda Metro

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir berhalangan hadir memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait pemeriksaan sebagai saksi pelapor...
Soekarwo

Gubernur Jatim: Anggaran Tangani Difteri Rp98 Miliar

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan total kebutuhan anggaran untuk menangani penyakit difteri di wilayahnya yang sudah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) sebesar...
loading...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hebohnya Pasal Penghinaan dan Bagaimana Menghadapinya

Luar biasa heboh dan maraknya, saat pasal ini mulai memakan "korban"dari masyarakat yang aktif dalam media sosial. Sebenarnya untuk menyebut kata "korban" terasa sangat...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...