Selain kasus di atas, saya juga pernah beberapa kali mendengar kejadian kematian seperti itu. Kematian suami, atau istri tidak berapa lama setelah pasangannya meninggal. Pernah juga seorang ibu yang meninggal tidak lama setelah anak yang dicintainya meninggal.
Walaupun kejadian kasus kematian seseorang tidak berapa lama setelah kehilangan orang yang mereka cintai apakah suami, istri atau anaknya tidak banyak, kematian itu bukanlah suatu kebetulan. Penelitian yang dilakukan Harvard University terhadap lebih dari 12.000 pasangan suami istri menunjukkan kematian pasangan yang lebih besar dalam bulan-bulan pertama setelah kematian pasangannya. Kematian pasangan yang lebih tinggi terjadi dalam bulan pertama setelah kematian suami, atau istri yang mereka cintai.
Lalu, apa penyebabnya suami meninggal, tidak berapa lama kemudian istri juga meninggal, atau sebaliknya, istri meninggal, suami menyusul?
Tidak diketahui penyebab yang pasti, tapi menurut para ahli, kehilangan istri atau suami yang sangat dicintainya dapat menyebabkan stress berat, dan perasaan kesepian, kesendirian yang dalam kepada pasangan yang ditinggalkannya. Stress berat, perasaan sepi, sendiri dapat berujung kepada kematian. Bagaimana hubungannya? Nanti akan ditulis sendiri.
Karena itu, kalau kita mempunyai orang tua, salah satu dari beliau meninggal, jangan biarkan Ia sendiri, sering-seringlah berada di sisinya.