Kasih Sayang Yang Menyembuhkan

SERUJI.CO.ID – Dalam beberapa hari ini saya merawat seorang pasien yang cukup menarik perhatian saya. Ada pembelajaran yang bisa saya petik dari pasien itu, terutama adalah bagaimana peranan dan pentingnya sentuhan, kasih sayang terhadap proses penyembuhan penyakit seseorang.

Pasien lelaki, umur 35 Tahun, dirawat sejak satu minggu lalu karena kelainan jantung. Pasien mengeluh sesak nafas, tidak hanya pada waktu aktifitas, dalam keadaan berbaringpun sudah sesak, yang dalam beberapa minggu terakhir bertambah berat. Tekanan darah pasien tidak stabil, denyut nadi juga sangat cepat, disamping itu pasien mengeluh tidak bisa tidur, kelihatan gelisah.

Setelah beberapa hari perawatan, perkembangan penyakit pasien belum menunjukkan perbaikan, kemudian pasien dirawat di ruang ICU. Setelah dua hari dirawat di ICU pasien malah mengalami syok kardiogenik.

Hari ke tiga perawatan di ICU, pagi hari waktu visite, saya lihat seseorang duduk di atas kursi di samping tempat tidur pasien. Tanpa merasa tergangu dengan kedatangan saya, dia memotong kuku-kuku pasien yang kelihatannya memang sudah panjang. Waktu saya tanya siapa dia, saya kira istri pasien, ternyata tidak, dia adalah adik pasien yang baru datang tadi malam dari luar kota.


Saya sangat terkesan dengan cara dia mendampingi kakaknya yang sedang sakit itu. Dengan penuh kasih sayang dia potong kuku-kuku kakaknya yang sedang terbaring sakit.

Menurut perawat yang jaga, sejak dia datang, dia selalu di dekat kakaknya yang sakit, dia tidak banyak bicara, menangispun tidak. Dia usap, bersihkan dan sisir rambut kakaknya, dia lap mukanya, dia pijit kepala, pundak, kaki, dan tangannya. Bahkan Waktu tertidur pun dia tetap memegang tangan kakaknya .

Tidak berapa lama setelah adik pasien datang, menurut perawat, keadaan pasien tiba-tiba membaik, tekanan darah, denyut nadi normal, pasien tidak lagi mengeluh sesak, dan pasienpun bisa tidur sangat pulas.

Waktu saya periksa keadan pasien memang demikian. Saya heran, pasien dapat membaik di luar dugaan saya sebelumnya. Dalam hati saya bergumam, “ini dia kebesaran Allah,” dengan sentuhan kasih sayang yang diberikan adiknya, dengan sikap yang ditunjukkannya, sang kakak kelihatannya mulai membaik.

Kasih Sayang Membantu Percepat Proses Penyembuhan

Ilustrasi.

Sakit memang tidak hanya sekedar kelainan yang terjadi pada badan seseorang. Dia tidak hanya sekedar sakit di jantungnya, ganggguan di ginjal misalnya. Tetapi, penderitaan yang dialami seorang anak manusia sebagai keseluruhan, yang mempengaruhi emosi, pikiran, jiwa dan hubungan sosialnya.

Orang sakit akan mengalami perasaan tertekan, stress, cemas, keterasingan, ketakutan, apalagi penyakitnya berat dan dirawat di ruang ICU.

Karenanya, kesembuhan seseorang yang sakit tidak hanya karena obat. Tindakan yang tepat yang diberikan seorang dokter, sikap pasien sendiri terhadap penyakitnya, dukungan keluarga, juga ikut menentukan keberhasilan terapi atau penyembuhan.

Penelitian mengenai hubungan kasih sayang terhadap penyembuhan suatu penyakit sudah banyak dilakukan, baik pada manusia maupun binatang percobaan. Kasih sayang dapat meringankan rasa nyeri baik pada penyaki rematik, maupun nyeri setelah operasi. Kasih sayang dapat meningkatkan toleransi pasien sewaktu mendapatkan kemoterapi dan radiasi.

Penelitian menunjukkan bahwa kasih sayang dan hubungan sosial yang erat dalam keluarga pasien penderita kanker payudara stadium empat mempunyai harapan hidup dua kali lebih lama dari penderita kanker payudara yang lingkungan keluarganya tidak begitu peduli. Luka postoperasi lebih cepat sembuh pada pasien-pasien dengan dokter yang ramah, bersahabat terhadap pasiennya.

Kematian akibat serangan njantung juga lebih besar pada mereka yang terisolasi, yang kurang mendapatkan kasih sayang.

Pernah dilaporkan (SMS dari anak saya di Ottawa) bahwa, sentuhan kasih sayang seperti pelukan seorang Ibu terhadap bayinya yang lahir prematur, yang dianggap sudah meninggal kemudian dapat hidup kembali.

Pelukan yang Anda lakukan terhadap orang tua, suami-istri, anak-anak, saudara-saudara, bahkan sahabat Anda akan memperbaiki, mencairkan hubungan Anda kembali. Peluklah suami yang marah, istri yang cemberut, anak yang ngambek, bayi yang menangis, niscaya semua akan berubah, semua akan luluh. Peluklah mereka lebih sering dan lebih lama, tidak hanya yang dipeluk, yang akan semakin sehat, Anda juga akan mendapatkannya.

Mengapa Kasih Sayang Berperan Dalam Proses Penyembuhan dan Kurangi Rasa Sakit?

Banyak teori yang mendasarinya. Secara sederhana saja, kasih sayang dapat mengurangi stress, kecemasan. Sentuhan kasih sayang menumbuhkan kepercayaan diri, keyakinan, menenangkan, menentramkan.

Coba lihat waktu bayi dibelai, rambutnya diusap, matanya akan menutup, kecepatan nafasnya berkurang, denyut nadi juga turun, kelihatan bayi jadi rileks dan akhirnya tertidur. Anda yang sudah dewasa pun jika diperlakukan begitu akan mengalami hal yang sama. Kucingpun bila dibelai akan tidur di kaki Anda.

Sentuhan kasih sayang seperti belaian, pelukan, remasan jari-jari tangan akan memacu produksi hormon kebahagian endorfin, oksitosin, dan menekan produksi hormon adrenalin, kortisol yang akan menurunkan tekanan darah, denyut nadi, memperbaiki suasana hati Anda.

Pada wanita, peningkatan hormon endorfin, oksitosin yang mengaliri darah ini akan membuat mereka kelihatan lebih cantik dan muda. Sentuhan kasih sayang akan memperkuat imunitas seseorang, memperkuat kemampuan tubuh melawan infeksi, bahkan dilaporkan kasih sayang dapat membantu seseorang melumpuhkan sel-sel kanker didalam tubuhnya.

Allah juga bersifat kasih sayang, “Rahman dan Rahim”, dan sifat itu dilimpahkannya kepada seluruh makhluk-NYA. Maka pupuk dan jagalah sifat itu.

Sesuai degan anjuran Rasulullah, bila keluarga, saudara, sahabat, tetangga Anda sakit, maka jenguklah, mudah-mudahan dengan sentuhan, kasih sayang yang Anda tunjukkan kepadanya, sakitnya membaik, penderitaannya berkurang. Aamiin!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap KONI

"KPK telah tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 mengirimkan panggilan untuk meminta keterangan, tapi IMR tidak pernah datang. KPK sudah memberikan ruang yang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," ujar Marwata.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi