JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (15/01/2026). Aksi tersebut diprediksi menjadi salah satu demo buruh terbesar di awal tahun 2026 dan menyita perhatian publik serta pengguna jalan di Ibu Kota.
Massa buruh mulai berdatangan sejak pagi hari dengan membawa spanduk, poster tuntutan, serta kendaraan komando. Mereka menuntut kejelasan kebijakan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026, jaminan perlindungan tenaga kerja, serta evaluasi regulasi ketenagakerjaan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada buruh.
Tuntutan Kesejahteraan dan Kepastian Kerja
Koordinator aksi menyampaikan bahwa unjuk rasa ini merupakan bentuk aspirasi buruh terhadap pemerintah dan DPR agar lebih serius memperhatikan kondisi ekonomi pekerja, terutama di tengah tekanan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang terus meningkat.
“Buruh menuntut upah layak, kepastian kerja, dan perlindungan sosial. Ini adalah hak dasar pekerja,” ujar salah satu perwakilan serikat buruh di lokasi aksi.
Pengamanan Diperketat
Pihak kepolisian dan aparat gabungan telah menyiapkan pengamanan berlapis di sekitar Gedung DPR dan sejumlah ruas jalan utama. Rekayasa lalu lintas juga diterapkan secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat konsentrasi massa.
Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan Senayan dan sekitarnya serta mencari jalur alternatif selama aksi berlangsung.
Respons Pemerintah
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah menyatakan terbuka terhadap aspirasi buruh dan mengajak perwakilan serikat pekerja untuk menyampaikan tuntutan melalui dialog resmi. Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
Aksi demo buruh ini menjadi cerminan dinamika hubungan industrial di Indonesia sekaligus ujian bagi kebijakan ketenagakerjaan di awal tahun 2026.
