Peringati Hari Statistik Nasional, BPS Serukan Pembangunan Berlandaskan Data

0
39
bps
Gedung Badan Pusat Statistik (BPS)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Secara nasional, tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional (HSN). Dalam peringatan HSN 2017 tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) menyerukan semua pihak untuk bekerja bersama membangun Indonesia dengan mengacu kepada data statistik sebagai landasannya.

“Tema besar HSN 2017 adalah kerja bersama dengan data, yang pada intinya seruan untuk membangun dengan mengacu data statistik,” kata Kepala BPS, Suhariyanto, ketika membuka Seminar Nasional HSN 2017 di Jakarta, Selasa (26/9).

Seminar Nasional HSN 2017 tersebut mengambil tema “Merancang Format Masa Depan Pengumpulan Data Statistik dengan Pemanfaatan Tekonologi Informasi”.

Suhariyanto mengatakan BPS sebagai lembaga independen harus menyajikan data apa adanya sesuai metodologi yang baku, sehingga wajar bila datanya kurang mampu diterima dari sisi pandang pihak tertentu.

“Kalaupun datanya ada yang tidak sesuai dengan ekpektasi, BPS telah melakukan sesuai metodologi baku yang tidak mungkin bisa menyenangkan semua pihak,” ucap dia.

Suhariyanto mengatakan ketidaksesuaian ekspektasi dari pihak-pihak tertentu tersebut justru dapat dicari penyebab mengapa ekspektasi tersebut tidak mampu tercapai.

“Ketika ekspektasi tidak tercapai, kita bisa mengidentifikasi permasalahan dan dicarikan solusi. Justru itu menjadi penting dari makna sebuah data,” kata dia.

Suhariyanto menjelaskan bahwa BPS selalu memotret kondisi terakhir di Tanah Air, misalnya melalui sensus dan survei. Data BPS tersebut digunakan secara rutin untuk mendiskusikan asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN dengan komisi XI DPR.

“Indikator utama ekonomi makro tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi dan target-target pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, BPS juga menyajikan indikator-indikator terbaru, misalnya dengan Badan Ekonomi Kreatif berupa PDB untuk ekonomi kreatif atau dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman berupa indikator maritim.

Kebutuhan untuk pengimplementasian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) juga menuntut BPS membuat indikator baru, misalnya kekerasan terhadap perempuan, kualitas air, dan persepsi antikorupsi.

“Semangat pelayaan di BPS sejatinya adalah upaya membangun kesadaran masyarakat betapa pentingnya data,” kata Suhariyanto.. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Shah Porir Dwip, Tanah Harapan bagi Setengah Juta Jiwa Rohingya

SERUJI.CO.ID - Pernahkah terbayang adegan ini? Pada suatu malam buta, rumah gubuk yang kita tempati bersama orang tua dan adik-adik kita tiba-tiba digedor dengan...

Demo Istana, Ratusan Mahasiswa Tuntut Janji Kampanye Jokowi-JK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sejak siang, Jumat (20/10) melakukan aksi unjuk rasa di...
taksi online

Peraturan Baru, Taksi Online Boleh Dimiliki Individu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Revisi atas Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan nomor 26 tahun 2017 telah diselesaikan oleh Menteri Perhubungan. Perubahan yang mendasar dari revisi Permen...
Nyono Suharli

Besok, Golkar Keluarkan Rekomendasi Bacagub Jatim Untuk Khofifah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Surat rekomendasi untuk bacawagub Jatim Khofifah Indar Parawansa dari partai Golkar dipastikan akan turun besok, Sabtu (21/10). Rencananya rekomendasi tersebut akan...

Produk Kefir dari Fermentasi Susu Kambing Kian Diminati

SOLO, SERUJI.CO.ID - Produk berbahan baku kefir atau fermentasi susu kambing buatan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai...
Menteri Asman Abnur

Alasan Efisiensi, Pemerintah Bubarkan 8 Lembaga Non-Struktural

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur menyampaikan daftar delapan Lembaga Non-Struktural (LNS) yang akan dibubarkan atau dilebur...