PerezNeymar_istimewa

Perez Bujuk Neymar Bergabung ke Real

Peringati Hari Statistik Nasional, BPS Serukan Pembangunan Berlandaskan Data

0
42
bps
Gedung Badan Pusat Statistik (BPS)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Secara nasional, tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional (HSN). Dalam peringatan HSN 2017 tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) menyerukan semua pihak untuk bekerja bersama membangun Indonesia dengan mengacu kepada data statistik sebagai landasannya.

“Tema besar HSN 2017 adalah kerja bersama dengan data, yang pada intinya seruan untuk membangun dengan mengacu data statistik,” kata Kepala BPS, Suhariyanto, ketika membuka Seminar Nasional HSN 2017 di Jakarta, Selasa (26/9).

Seminar Nasional HSN 2017 tersebut mengambil tema “Merancang Format Masa Depan Pengumpulan Data Statistik dengan Pemanfaatan Tekonologi Informasi”.

Suhariyanto mengatakan BPS sebagai lembaga independen harus menyajikan data apa adanya sesuai metodologi yang baku, sehingga wajar bila datanya kurang mampu diterima dari sisi pandang pihak tertentu.

“Kalaupun datanya ada yang tidak sesuai dengan ekpektasi, BPS telah melakukan sesuai metodologi baku yang tidak mungkin bisa menyenangkan semua pihak,” ucap dia.

Suhariyanto mengatakan ketidaksesuaian ekspektasi dari pihak-pihak tertentu tersebut justru dapat dicari penyebab mengapa ekspektasi tersebut tidak mampu tercapai.

“Ketika ekspektasi tidak tercapai, kita bisa mengidentifikasi permasalahan dan dicarikan solusi. Justru itu menjadi penting dari makna sebuah data,” kata dia.

Suhariyanto menjelaskan bahwa BPS selalu memotret kondisi terakhir di Tanah Air, misalnya melalui sensus dan survei. Data BPS tersebut digunakan secara rutin untuk mendiskusikan asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN dengan komisi XI DPR.

“Indikator utama ekonomi makro tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi dan target-target pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, BPS juga menyajikan indikator-indikator terbaru, misalnya dengan Badan Ekonomi Kreatif berupa PDB untuk ekonomi kreatif atau dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman berupa indikator maritim.

Kebutuhan untuk pengimplementasian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) juga menuntut BPS membuat indikator baru, misalnya kekerasan terhadap perempuan, kualitas air, dan persepsi antikorupsi.

“Semangat pelayaan di BPS sejatinya adalah upaya membangun kesadaran masyarakat betapa pentingnya data,” kata Suhariyanto.. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...