Pengungsi Gunung Agung Akan Dipulangkan

0
52
Pengungsi Gunung Agung
Pengungsi erupsi Gunung Agung, Bali, Jumat (29/9/2017). (Foto: BNPB)

KARANGASEM, SERUJI.CO.ID -‎ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memulangkan pengungsi korban erupsi Gunung Agung Bali. Rencananya, dari 78 desa terdampak, 51 desa di antaranya ‎sesungguhnya berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung.

“Dari 78 desa di Kabupaten Karangasem, yang tidak aman dan berpotensi terkena awan panas dan lahar jika Gunung Agung meletus itu hanya 27 desa,  dengan jumlah pengungsi sekitar 70 ribu jiwa,” ucap Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dalam keterangan pers setelah melakukan rapat koordinasi di Karangasem pada Jumat (29/9).

Berdasarkan catatan BNPB, jumlah pengungsi terus meningkat hingga mencapai 144 ribu lebih. Ini disebabkan masyarakat yang tinggal di desa yang aman juga ikut mengungsi.

“Ada kelebihan 75 ribu pengungsi yang berasal dari 51 desa yang aman tadi. Jadi, idak ada alasan bagi yang berasal dari desa aman untuk mengungsi. Mereka harus dikembalikan ke desanya masing-masing,” kata I Made.

Sapi yang ikut dibawa pengungsi ke pengungsian.

Menurut I Made, bila tidak dipulangkan, mereka akan menjadi beban. Beban bagi yang menerima pengungsi, dan beban bagi pengungsi yang meninggalkan rumahnya. Oleh karena itu akan dikembalikan ke desanya. “Kecuali dari 27 desa. Mereka harus tetap mengungsi. Tidak boleh pulang,”  jelasnya.

Selain itu, Bupati dan Walikota diminta segera membuatkan kartu identitas pengungsi seperti Kartu Keluarga (KK) yang ditandatangani oleh kepala desa sebagai kartu hak untuk pengungsi. Nama, usia, desa asal dan jumlah anggota keluarga agar tervalidasi jumlah pengungsinya. Pemerintah daerah dalam 7 hari ini akan mengidentifikasi warga yang tidak perlu mengungsi dan dihimbau kembali ke rumahnya masing-masing.

Setelah teridentifikasi, warga dari 27 desa akan ditampung di bale banjar, khususnya di Karangasem. Mangku Pastika meminta, Keliang Banjar untuk mempersiapkan diri menerima para pengungsi.

“Mereka kita tempatkan di bale banjar karena kalau di tenda dikhawatirkan akan kehujanan, becek, panas, debu, dan sebagainya. Koordinator lapangannya adalah Keliang Banjar (aparat desa). Kordesnya adalah Kepala Desa sehingga jalur komandonya jelas karena menggunakan aparat desa. Pengungsi yang di banjar akan dipasok logistiknya. Daya tampung banjar tergantung pada besar kecilnya banjar. Di bale banjar, akan ditambahkan listrik, lampu darurat, genset, tenda dapur umum, tandon air, permakanan, keperluan sehari-hari, dan kebutuhan dasar pengungsi lainnya sehingga terjamin suplai logistik. Selain banjar juga menggunakan GOR, balai desa, gedung dan lainnya.” jelas I Made.

Gubernur Bali juga memerintahkan, semua pegawai Kabupaten Karangasem khususnya, untuk kembali ke posnya masing-masing. Kecuali jika kantornya berada di di salah satu 27 desa itu. Bagi yang kantornya di daerah berbahaya harus berkantor di Kantor Bupati.

“Bagi pegawai yang tidak kembali ke posnya maka gajinya tidak dibayarkan,” tegas I Made.

Selain itu, karena untuk tanggap darurat memerlukan uang, maka semua kegiatan seminar, pameran dan semua hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan kedaruratan dibatalkan agar uangnya dapat dipakai untuk kedaruratan. “Termasuk di provinsi. Tidak boleh ada yang bepergian ke luar negeri,” tambahnya.

Penanganan untuk ternak sapi, saat ini masih ada sekitar 10 ribu – 18 ribu yang berada di daerah berbahaya. Gubernur Bali akan membicarakan dengan provinsi di luar Bali yang biasanya mengimpor sapi dari Bali. Selain itu, di Karang asem masih tersedia lahan yang luas yang dapat digunakan menampung sapi.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei menambahkan, dalam penanganan siaga darurat Gunung Agung, Pemerintah Pusat memberikan pendampingan. Penanggung jawab utama adalah Bupati yang didukung penuh oleh Gubernur Bali. “Apa yang sudah dilakukan Pemda sudah sangat baik. Kerjasama masyarakat sangat membanggakan sehingga penanganan berjalan dengan baik,” katanya.

Masyarakat dihimbau untuk selalu tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. (Anhmad/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Beton LRT rubuh

Sandiaga: Proyek LRT Kelapa Gading-Velodrome Tidak Terhambat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan telah mendapatkan informasi terkait ambruknya konstruksi pembangunan proyek "Light Rail Transportation" (LRT) dan menjamin...
Tolak LGBT

Fraksi PKS Perjuangkan Larangan Terhadap Perilaku LGBT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan pihaknya dengan tegas memperjuangkan agar Panitia Kerja RUU KUHP dapat memasukkan larangan terhadap perilaku lesbian, gay,...
Sekjen Golkar 2018

Airlangga Tunjuk Letjen Lodewijk Jadi Sekjen Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menunjuk Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus menggantikan Idrus Marham sebagai Sekjen DPP Golkar masa bakti...

Polda Sumut Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan Sindikat Internasional

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Polda Sumut kembali mengungkap peredaran narkotika jaringan sindikat internasional Malaysia, Aceh, Pakanbaru, dan Medan. Tiga orang tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas...
bandar narkoba

Bandar Narkotika Jaringan Malaysia Ini Hanya Divonis 20 Tahun

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Ali Akbar alias Dek Gam (34) warga Desa Gelanggang Teungoh, Kabupaten Biruen, lolos dari hukuman mati. Pemuda ini hanya dijatuhi hukuman...
loading...
Pariwisata Bali

Sisi Lain Pariwisata Bali

Ketika mendengar nama Bali, orang akan membayangkan pantai Kuta yang Indah dengan para bule berjemur memakai bikini. Ditengah hamparan pasir pantai yang landai dan...

Lihatlah ke Bawah, Lalu Bersyukurlah

Ambang kebahagiaan orang memang tidak sama, ada orang yang karena keterbatasan ekonomi, bisa makan nasi dengan sambal dan ikan asin saja sudah bisa merasakan...
Warok Polisi Ibukota

Sangarnya Warok-Warok Polisi Ibukota

Menyaksikan polisi sedang mengatur lalu lintas, mengamankan unjuk rasa atau mengungkap kasus kejahatan adalah hal yang lumrah. Demikian pula menyaksikan pertunjukan Reog, bukan sesuatu...