Pengungsi Gunung Agung Akan Dipulangkan

0
103
Pengungsi Gunung Agung
Pengungsi erupsi Gunung Agung, Bali, Jumat (29/9/2017). (Foto: BNPB)

KARANGASEM, SERUJI.CO.ID -‎ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memulangkan pengungsi korban erupsi Gunung Agung Bali. Rencananya, dari 78 desa terdampak, 51 desa di antaranya ‎sesungguhnya berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung.

“Dari 78 desa di Kabupaten Karangasem, yang tidak aman dan berpotensi terkena awan panas dan lahar jika Gunung Agung meletus itu hanya 27 desa,  dengan jumlah pengungsi sekitar 70 ribu jiwa,” ucap Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dalam keterangan pers setelah melakukan rapat koordinasi di Karangasem pada Jumat (29/9).

Berdasarkan catatan BNPB, jumlah pengungsi terus meningkat hingga mencapai 144 ribu lebih. Ini disebabkan masyarakat yang tinggal di desa yang aman juga ikut mengungsi.

“Ada kelebihan 75 ribu pengungsi yang berasal dari 51 desa yang aman tadi. Jadi, idak ada alasan bagi yang berasal dari desa aman untuk mengungsi. Mereka harus dikembalikan ke desanya masing-masing,” kata I Made.

Sapi yang ikut dibawa pengungsi ke pengungsian.

Menurut I Made, bila tidak dipulangkan, mereka akan menjadi beban. Beban bagi yang menerima pengungsi, dan beban bagi pengungsi yang meninggalkan rumahnya. Oleh karena itu akan dikembalikan ke desanya. “Kecuali dari 27 desa. Mereka harus tetap mengungsi. Tidak boleh pulang,”  jelasnya.

Selain itu, Bupati dan Walikota diminta segera membuatkan kartu identitas pengungsi seperti Kartu Keluarga (KK) yang ditandatangani oleh kepala desa sebagai kartu hak untuk pengungsi. Nama, usia, desa asal dan jumlah anggota keluarga agar tervalidasi jumlah pengungsinya. Pemerintah daerah dalam 7 hari ini akan mengidentifikasi warga yang tidak perlu mengungsi dan dihimbau kembali ke rumahnya masing-masing.

Setelah teridentifikasi, warga dari 27 desa akan ditampung di bale banjar, khususnya di Karangasem. Mangku Pastika meminta, Keliang Banjar untuk mempersiapkan diri menerima para pengungsi.

“Mereka kita tempatkan di bale banjar karena kalau di tenda dikhawatirkan akan kehujanan, becek, panas, debu, dan sebagainya. Koordinator lapangannya adalah Keliang Banjar (aparat desa). Kordesnya adalah Kepala Desa sehingga jalur komandonya jelas karena menggunakan aparat desa. Pengungsi yang di banjar akan dipasok logistiknya. Daya tampung banjar tergantung pada besar kecilnya banjar. Di bale banjar, akan ditambahkan listrik, lampu darurat, genset, tenda dapur umum, tandon air, permakanan, keperluan sehari-hari, dan kebutuhan dasar pengungsi lainnya sehingga terjamin suplai logistik. Selain banjar juga menggunakan GOR, balai desa, gedung dan lainnya.” jelas I Made.

Gubernur Bali juga memerintahkan, semua pegawai Kabupaten Karangasem khususnya, untuk kembali ke posnya masing-masing. Kecuali jika kantornya berada di di salah satu 27 desa itu. Bagi yang kantornya di daerah berbahaya harus berkantor di Kantor Bupati.

“Bagi pegawai yang tidak kembali ke posnya maka gajinya tidak dibayarkan,” tegas I Made.

Selain itu, karena untuk tanggap darurat memerlukan uang, maka semua kegiatan seminar, pameran dan semua hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan kedaruratan dibatalkan agar uangnya dapat dipakai untuk kedaruratan. “Termasuk di provinsi. Tidak boleh ada yang bepergian ke luar negeri,” tambahnya.

Penanganan untuk ternak sapi, saat ini masih ada sekitar 10 ribu – 18 ribu yang berada di daerah berbahaya. Gubernur Bali akan membicarakan dengan provinsi di luar Bali yang biasanya mengimpor sapi dari Bali. Selain itu, di Karang asem masih tersedia lahan yang luas yang dapat digunakan menampung sapi.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei menambahkan, dalam penanganan siaga darurat Gunung Agung, Pemerintah Pusat memberikan pendampingan. Penanggung jawab utama adalah Bupati yang didukung penuh oleh Gubernur Bali. “Apa yang sudah dilakukan Pemda sudah sangat baik. Kerjasama masyarakat sangat membanggakan sehingga penanganan berjalan dengan baik,” katanya.

Masyarakat dihimbau untuk selalu tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. (Anhmad/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...