Meskipun pernah diteror, diancam bahkan mau dibunuh dimasa orde baru, serta pernah diteror secara fisik di rumahnya di Yogyakarta diawal pemerintahan Jokowi, lanjut Hanafi, Amien Rais dan PAN tidak akan gentar menyuarakan kebenaran.
“Disikapi dengan berbagai macam reaksi yang berlebihan itu, oleh siapapun, kita tetap akan tegak berdiri karena benar dan tetap akan bersuara karena keadilan itu. Kritik Pak Amien yang disampaikan hari Minggu lalu itu, karena menyuarakan suara silent majority yang selama ini sebenarnya rindu keadilan terkait kepemilikan lahan,” tegas Hanafi.
Menurut Hanafi, pembagian sertifikat tanah yang dilakukan Jokowi tersebut sebenarnya memang sudah kewajiban pemerintah. “Tapi sekarang dibuat selebrasi di berbagai macam forum. Cara seperti itu, justru mengubur semangat Nawacita terkait land reform,” katanya.
Dikatakan Hanafi, jika land reform seperti yang ada di Nawacita Jokowi maka semestinya seluruh mereka yang punya perusahaan tambang, sawit dan sebagainya itu, distop diambil alih oleh negara, dibagi rata ke masyarakat.
“Itu baru land reform, reformasi agraria. Jadi kalau ada yang merasa panas terkait kritik kepemilikan lahan ini, ya bisa jadi jangan-jangan para penguasa lahan ini yang terganggu,” tegas Hanafi.
Baca juga: Terkait Ancaman Luhut, SBY Ingatkan Pemerintah Jangan Arogan Tanggapi Kritik
Menurutnya, apa pun kritik yang disampaikan masyarakat, sudah semestinya didengar pemerinta baik-baik, bukan malah ditanggapi dengan ancaman, apalagi intimidasi.
“Itu mengkhianati demokrasi yang selama ini kita bangun. Jadi jangan merusak demokrasi yang sudah dihasilkan karena jerih payah mahasiswa dan masyarakat pascareformasi karena bisa jadi bisa berbalik sendiri,” pungkas Hanafi. (ARif R/Hrn)

Iri,pak jokowi bisa bagi2 sertifikat lek Amin enggak bisa,tak guyune wae karo njengking.
Omongane pean iku koyo wong edan ora nyambung wiis masuk ae karo rmh skit jiwa buanya temen pean disitu krna pean cocok disitu hahaha
CANGKEMU
Ben kapok ra nyambung yo wis.
Sing edan kowe
Edano dewe
Wong loro Iki, seng bener seng endhi …seh????,…jare kene engene, jere kono ngono,.. Bengong, ndadekno sira ngelu.