Menolak Upaya Kriminalisasi Ulama, GNPF MUI Datangi DPR

59

Jakarta, Seruji.com– Sejumlah tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa (11/1/2017), untuk menemui pimpinan DPR dan komisi III yang membidangi bidang hukum.

Habib Muhammad Rizieq Syihab, Ustaz Bachtiar Nasir, KH Misbahul Anam, KH Muhammad al Khaththath, KH Husni Thamrin adalah beberapa tokoh GNPF MUI yang hadir siang itu beserta sejumlah pimpinan ormas Islam lainnya.

Delegasi GNPF MUI tersebut diterima oleh dua orang Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fachri Hamzah serta Muhammad Syafei dari komisi III DPR.

Kedatangan delegasi GNPF MUI ke DPR untuk menyampaikan sejumlah persoalan. Mereka menilai adanya gerakan sistematis yang mengarahkan bahwa aksi 212 sebagai gerakan makar.

“Kami menolak tuduhan itu, gerakan umat Islam bukan makar, aksi bela Islam itu murni aksi menuntut penegakan hukum,” jelas Habib Rizieq yang hadir sebagai Ketua Delegasi GNPF MUI.

“Kami juga menolak berbagai upaya mengkriminalisasi para ulama,” tambahnya.

“Sejak aksi bela Islam digelar ada kesengajaan membentuk opini seolah gerakan Islam membahayakan NKRI, merusak Pancasila, atau anti kebhinekaan,” kata Habib.

Namun hal itu dibantah semua oleh Habib, yang terpenting sekarang adalah bagaimana mengisi NKRI dengan aturan Tuhan Yang Maha Esa.

GNPF MUI meminta DPR untuk melaksanakan fungsinya sebagai pengawas penyelenggara negara untuk mengawal sejumlah kasus tersebut. (*/ls)

Keterangan foto: Pertemuan GNPF MUI dengan DPR (foto SI)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama